Tuesday, December 11, 2018

Sekda KSB : Festival Budaya Mantar 2018 Mampu Mendongkrak Kunjungan Wisatawan

Sekda KSB, H. Abdul Azis, S.H., M.H di sambut dengan tarian daerah pada acara Festival Pesona Mantar 2018, di Desa Mantar, Minggu (09/12) kemarin.
Sumbawa Barat (postkotantb.com)-Sumbawa Barat dengan segala kekayaan alam dan budayanya memiliki potensi wisata yang begitu luar biasa namun harus disadari pengelolaan destinasi wisata tersebut masih jauh tertinggal dibanding dengan daerah-daerah lain yang telah maju pesat dalam pariwisata, yang pada akhirnya kontribusi untuk daerah masih minim dan belum maksimal.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah KSB, H. Abdul Azis, S.H., M.H., mewakili Bupati Sumbawa Barat dalam pembukaan Festival Pesona Mantar 2018 di Desa Mantar, Minggu (9/12).

Menurut Sekda, Pariwisata harus benar-benar dikelola dengan baik sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat, akan tetapi hal tersebut tidak boleh membuat kita pesimis, ikhtiar dalam membangun pariwisata harus terus ditingkatkan. Secara fisik sampai saat ini jalan menuju pariwisata dan infrastruktur lainnya telah mudah diakses walaupun masih dirasakan kurang.

“Ini merupakan upaya untuk terus membangun pariwisata dengan mempromosikan destinasi Mantar sebagai salah satu Icon pariwisata KSB yang sudah terkenal dengan spot olahraga dirgantaranya yakni paralayang bertaraf internasional.” Ujar Sekda.

Sekdapun  berharap dampak dari Festival Pesona Mantar 2018 ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke KSB.

“Ini sangat penting agar kita juga dapat melihat output dari segala kegiatan sebagai bahan evaluasi.” Imbuhnya.

Event yang digelar untuk ketiga kalinya ini, bisa dikatakan berjalan sukses. Bahkan, membuat wisatawan yang ikut hadir dalam event tersebut, kepincut dengan Pesona Mantar yang sangat beragam. Sampai-sampai tidak mau pulang.

Atraksi Festival budaya mantar kali ini mengangkat potensi budaya kearifan lokal yang mana para warga Mantar  menyuguhkan atraksi diantaranya, main adu  gasing yang dilakukan oleh anak-anak mantar, tarian penyambutan selamat datang, main serpok sejenis bekas ranting bambu yang ditaruh kertas didalamnya akan terasa pedih kalau terkena tembakannya, rabana, atraksi tenun tradisional, membuat rokok khas mantar  dari daun lontar  dan puncaknya sedekah padi atu yang disebut sedekah Lang  sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, seluruh atraksi yang disuguhkan merupakan permintaan dari warga mantar, seperti Sedekah Lang, badempa, dan lain-lain. Karena selama ini Festival mantar sebelumnya tidak pernah memperlihatkan keikhlasan mantar sebagai Desa Budaya.(Edi)

No comments:

Post a Comment