Tuesday, December 11, 2018

Permainan Serpok Ikut Menyemarakan Festival Budaya Mantar 2018

Permainan Serpok yang menggunakan bambu kecil ini sering dimainkan oleh anak-anak tempo dulu, ikut mewarnai Festival Budaya Mantar 2018.

Sumbawa Barat (postkotantb.com)- Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat didominasi oleh kegiatan bermain, akan tetapi seiring dengan pekembangan zaman dan kemajuan teknologi maka permainan tradisional kian tersingkir dengan permainan modern nan canggih. Salah

satunya adalah permaian tembak-tembakan yang disebut dengan maen serpok, jika pada masa-masa terdahulu main tembak-tembakan ini menggunakan alat serta bahan dari kearifan lokal di sekeliling maka pada masa sekarang permainan ini sudah digantikan dengan pistol-pistolan dengan peluru menyerupai asli ataupun permainan tembak menggunakan media computer.

Akan tetapi cukup menarik jika melihat beberapa hari terakhir ini anak-anak Desa Mantar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat sedang beratraksi menggandrungi permainan serpok ini guna menyemarakan Festival Budaya Mantar 2018 pada minggu  09/12.

Terlihat keceriaan dan semangat di wajah anak-anak tanpa memakai baju ini  ketika sedang asyik membuat senjata bernama serpok ini. Bahannya pun sangat mudah diperoleh yaitu hanya menggunakan ranting bambu yang banyak tumbuh di pinggiran sawah.Untuk membuatnya pun membutuhkan keahlian karena tidak semua anak memiliki keberanian untuk mengambil ranting bambu dan kemampuan menggunakan pisau atau parang. Hasilnya pun mudah terlihat, anak dengan kreatifitas tinggi serta kebiasaan bermain di alam akan lebih unggul dibandingkan dengan anak-anak yang hanya terbiasa di rumah atau hanya terbiasa dengan permainan modern.

Kesempatan ini ternyata tidak disia-siakan oleh Ame 8 tahun, keahlian dan keterampilannya dalam membuat serpok ini ia manfaatkan untuk bisa mendapatkan tambahan uang jajan. Ia menuturkan bahwa setiap kali membuat serpok ia sering kebanjiran order, setiap satu buah serpok karyanya bisa dihargai Rp.2000,- oleh anak lainnya. Bahkan dalam satu hari bisa menjual sampai dengan 5 buah serpok, ini adalah penghasilan yang cukup banyak untuk anak kelas 4 sekolah dasar.

Bentuk permaianan tradisional memang memiliki lebih banyak keunggulan dari sisi pendidikan serta melatih kreatifitas anak. Sebelum bisa memainkan suatu permainan anak terlebih dahulu dituntut untuk untuk menemukan bahan bahkan membuat alat yang akan digunakan untuk bermain. Hal ini secara otomatis akan mendorong tumbuhnya ide kreatif dan semangat anak, selain itu kerjasama antar anak sudah mulai ditanamkan lewat pemainan tradisional ini. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh permainan tradisional dimainkan secara berkelompok, tidak seperti permainan modern yang bisa dimainkan secara sendiri atau online dengan dengan pemain yang tidak diketahui tempat dan orangnya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa permainan tradisional merupakan warisan nenek moyang yang menjadi bagian tradisi ataupun budaya dan patut untuk dilestarikan dan permainan ini akan mampu menarik para wisatawan manca negara untuk datang berkunjung ke Desa mantar. (Adv/Edi)

No comments:

Post a Comment