Persoalan stunting menjadi salah satu perhatian Menteri Bappenas pada Musrenbang NTB di Mataram, Kamis (4/4)
Mataram (postkotantb.com)- Persoalan Stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus di selesaikan Pemerintah NTB. Persoalan ini juga menjadi perhatian khusus Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro.

Dalam sambutannya Bambang Brojonegoro meminta persoalan stunting harus di tuntaskan. Posyandu dan air bersih serta sanitasi merupakan dua faktor yang bisa di lakukan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak kata Bambang.

Bambangpun meminta agar pemerintah daerah harus lebih menggiatkan lagi posyandu dan memperhatikan sanitasi. Khusus sanitasi ujar Bambang, menjadi faktor utama karena berkaitan dengan kesehatan lingkungan.

"Sanitasi sangat penting di perhatikan, ini berkaitan dengan kesehatan lingkungan dan kebersihan, selain itu posyandu harus lebih di giatkan untuk bisa mengontrol kehamilan dan pertumbuhan anak," jelas Bambang.

Berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, jumlah stunting di NTB mencapai 37 persen atau sekitar 150 ribu anak. Namun, beberapa tahun kemudian terus menyusut hingga 32 persen.

Upaya untuk menekan stunting juga telah di lakukan oleh pemerintah Provinsi NTB. Bekerjasama dengan beberapa lembaga dan pemerintah pusat, Pemprov NTB mulai melakukan penangan stunting melalui program rembuk desa pencegahan stunting oleh (Human Development Worker/HDW), Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di 100 desa seluruh Indonesia.(RZ)