Thursday, May 16, 2019

Periode ini NW Anjani Tanpa Wakil Di Parlemen


Lombok Timur (postkotantb.com)- Pada tahun ini Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) versi Anjani, pada periode politik kali ini tidak dapat mendudukkan kadernya di parlemen. Hal ini disebabkan atas kegagalannya dalam mendapatkan jumlah suara pada semua level dalam kontestasi Pemilu 17 April 2019 lalu.

Seperti diketahui oleh khalayak pada periode-pèriode sebelumnya, organisasi yang dipimpin Ummi Hj Sitti Raehanun ZAM tersebut selalu ada yang mewakilinya duduk di parlemen pada semua level dari kabupaten hingga pusat. Misalkan saja pada pèriode yang akan berakhir sekarang, punya wakil di DPR RI yakni HL Gede Syamsul Mujahidin menuju senayan dengan menumpangi bus Partai Hanura.

Pada periode ini yang bersangkutan mencoba pindah jalur dengan mencari peruntungan di jalur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, namun gagal mencapai suara yang bisa mengantarnya kembali bertengger di Senayan.

Demikian yang dialami TGH Muhyi Abidin yang juga menantu dari Ummi Hj Raehanun yang dulunya dua periode berturut-turut duduk di DPD RI dan kali ini turun level dengan mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Provinsi NTB dengan menumpangi kendaraan PKB dari Dapil Lotim III, juga perolehan suaranya tidak berhasil menghantarkannya sampai parlemen Udayana.

Senasib dengan HL Gede Syamsul Mujahidin dan TGH Muhyi Abidin, saudara kandungnya juga Lale Yakutunnafis yang digadang menuju Udayana lorong DPRD Provinsi NTB, terancam gagal akibat partai yang ditumpanginya tidak mencapai standar batas ambang suara nasional.

Di tingkat kabupaten, beberapa kader NW Anjani juga dipasang di beberapa dapil namun  tidak ada yang berhasil masuk nominasi. Salah seorang tokoh pemuda NW Anjani yang meminta untuk tidak disebut identitasnya mengakui bahwa tidak ada satupun elite NW Anjani berhasil duduk di parlemen. Tokoh ini tidak mau berspekulasi menyebut kegagalan dikarenakan itu dan ini, namun lebih dikembalikan kepada taqdir Allah yang mengatur demikian.

‘’Itulah taqdir dari yang maha mengatur, bukan karena disebabkan itu dan ini,’’ katanya dengan nada enjoy.

Kegagalan kader NW Anjani ini, memancing respons kekecewaan dari RTGB L Moh Zainuddin Ats-Tsani. Beberapa hari lalu dalam sebuah acara di komplek NW Anjani, Zainuddin Atsani menyindir sikap Nahdliyin dan Nahdliyat yang disebut tidak tsami’na wa tho’na yakni sikap mendengar dan mentaati pimpinan organisasi. (Dharma)

No comments:

Post a Comment