Sunday, July 7, 2019

KBI Bangun Kemitraan Internasional Dengan FTN Malaysia

Penandatanganan Kerjasama berkelanjutan Nota Kesepahaman (MoU) antara direktur Feeding The Needy Malaysia dr. Mazlina  dan kordinator umum gerakan kemanusiaan Kampung Bahagia Indonesia dr. H. Kurnia Akmal di Tetebatu,  Ahad (6/7).
Lombok Timur PKN- Terus berupaya menjadi bagian dari solusi untuk mendukung pemulihan Lombok pasca bencana Alam Gempa Bumi hebat  hampir satu tahun lalu, gerakan kemanusiaan Kampung Bahagia Indonesia (KBI) membangun kemitraan internasional berkelanjutan  dengan Pertubuhan Kebajikan Rakan Jalanan (PKRJ) atau yang populer disebut "Feeding The Needy (FTN)". Kerjasama berkelanjutan itu ditandai dengan penandatanganan bersama Nota Kesepahaman (MoU) antara direktur Feeding The Needy Malaysia dr. Mazlina  dan kordinator umum gerakan kemanusiaan Kampung Bahagia Indonesia dr. H. Kurnia Akmal di Tetebatu, Minggu (6/7).

Feeding The Needy Malaysia yang terdaftar secara resmi di Pemerintah Malaysia atas nama Pertubuhan Kebajikan Rakan Jalanan ( PKRJ) adalah lembaga sosial kemanusiaan yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia fokus pada santunan dan memberi makan warga terlantar dan miskin serta kegiatan sosial kemanusiaan lainnya  telah bekerjasama dengan KBI sejak Oktober 2018 kini sudah menjalankan program ke 5. FTN dan KBI selain menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana alam, trauma healing, juga mendukung pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa yang terletak di beberapa lokasi terdampak gempa termasuk gempa bumi terakhir yang meruntuhkan ratusan rumah warga di Kecamatan Montong Gading Lombok Timur. 

Koordinator Umum KBI yang juga Ketua Yayasan Kurnia Medika Jaya (YKMJ) dr. H. Kurnia Akmal menyampaikan bahwa kerjasama ini adalah salah satu ikhtiar untuk ikut terlibat dalam upaya pemulihan Lombok pasca bencana, melalui berbagai skema kemitraan yang dibangun KBI dan NGO lokal, regional maupun internasional diharapkan pemulihan Lombok pasca bencana dapat dilakukan dengan lebih sistematis dan strategis.

Senada dengan hal tersebut Kordinator Pelaksana Program KBI Salman Hafiz menegaskan bahwa diperlukan kerjasama multipihak untuk terus mendukung Lombok bangkit, tak hanya dibidang kemanusiaan namun di berbagai sektor lainnya, ia juga melihat geliat kebangkitan Lombok itu terus bergulir. Banyak relawan, aktivis dan lembaga lembaga non pemerintahan terus berupaya mendorong langkah positif itu. "tentu kami sangat berharap pemerintah juga mendukung dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak yang memiliki substansi tujuan yang sama untuk membangun Lombok pasca bencana".

Sementara itu, direktur FTN dr. Mazlina Binti Mohamed Shariff menyampaikan bahwa FTN sebagai salah satu lembaga yang dipercayai rakyat Malaysia untuk menyampaikan bantuan kepada korban gempa bumi Lombok telah menunjukkan konsistensi dan komitmen untuk ikut aktif mendukung pemulihan Lombok pasca bencana melalui berbagai skema program. Ia berharap masyarakat Lombok yang terdampak gempa dapat segera pulih seperti sebelumnya dan pihaknya akan terus memberi kontribusi terhadap berbagai upaya untuk pemulihan tersebut. Program FTN juga mulai dipersiapkan memasuki tahap pengembangan sehingga beberapa program yang dilakukan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan menyentuh  masyarakat yang sangat membutuhkan. 

Bencana alam gempa bumi Lombok sudah berlalu hampir setahun lalu, tapi dampaknya secara sosial dan psikologi masih terasa hingga hari ini. Dan hanya dengan gerakan bersama, upaya itu dapat dilakukan lebih cepat dan lebih sistematis. Bencana alam tentu tidak hanya untuk dijadikan keprihatinan akan tetapi lebih dari itu masyarakat dan pemerintah juga perlu menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran karena tak mudah untuk melakukan upaya normalisasi hidup seperti semula. (Darma)

No comments:

Post a Comment