Thursday, September 5, 2019

Intan Syifa Permataputri, Wasit Perempuan Asal Lobar Wakili NTB di Kejauaraan Sirnas

Foto wasit perempuan Intan Syifa Permataputri
Lombok Barat (postkotantb.com)- Kejuaraan bulu tangkis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Nusa Tenggara Barat Open 2019 tengah berlangsung di Gor Turide Mataram. Kejuaraan yang dimulai tanggal 2 September sampai 7 September tersebut diikuti oleh para atlet se-Indonesia. Menariknya, di kejuaraan itu ada pengadil lapangan alias wasit perempuan yang terbilang masih berusia belia. Ia dipercaya sebagai wasit di kejuaraan bergengsi tersebut, setelah sebelumnya menjadi wasit di ajang Porprov NTB 2018.

Dia adalah Intan Syifa Permataputri. Ditemui wartawan saat bertugas di Gor Mataram, Syfa sapaan akrab perempuan yang baru beranjak 24 tahun ini menuturkan awal mula ia terjun sebagai wasit saat menjalani kuliah di Malang. Tahun 2017 ia ikut penataran wasit tingkat kota Malang, dimana pesertanya boleh dari luar kota Malang.

Iapun diajak ikut penataran oleh rekannya. Saat itu ia sekedar ikut mencoba, sebab sebelumnya ia belum berfikir ikut wasit. Akan tetapi kalau bulu tangkis ia bisa, sebab ia sendiri backround bulu tangkis karena pernah ikut klub di Mataram.

Ia  diberikan kesempatan menjadi wasit pada beberapa kejuaraan tingkat Kota bahkan provinsi se-Jawa-Bali. Bahkan ia pernah menjadi wasit diajang tingkat nasional.

Selama dua tahun menjadi wasit di Malang. Hingga akhir tahun 2018, dari PBSI Malang ingin mengirimnya menjadi wasit tingkat provinsi. “Cuman saya ndak bisa karena KTP orang Lobar NTB,akhirnya dari sana harus balik ke provinsi asal. Sehingga dari PBSI Malang komunikasi ke PBSI NTB, akhirnya saya praktek menjadi wasit pertama di NTB ini pada saat ajang porprov akhir tahun 2018,” jelas perempuan yang masih kuliah di Malang ini.

Ternyata pada saat diselenggarakan Porprov ini kata kata dara berambut pendek ini, ada diadakan ujian wasit tingkat provinsi NTB. Karena dia sudah mengantongi sertifikat tingkat Kota, maka ia pun langsung bisa ikut ujian tingkat provinsi tersebut. “Kebetulan saya lulus, dan sekarang status saya wasit ditingkat provinsi NTB,” ujarnya.

Usai porprov kata dia, ia pun kembali ke Malang. Namun karena digelar kejuaraan Sirnas di NTB, ia pun dipanggil lagi mnejadi wasit di kejuaraan tersebut. Ia sendiri mewakili NTB sebagai wasit diajang ini. Wasit yang dipakai sebanyak 12 orang, terdiri dari enam orang wasit dari provinis lain, diantaranya Jatim, Jateng, Kalimantan dan Bogor dan enam wasit dari NTB.

“Yang enam orang wasit dari NTB itu yang ikut lulus penataran (ujian) kemarin,”jelas dia. Dari Enam wasit asal NTB ini, dari Mataram, Loteng, Lotim. “Saya satu-satunya wasit perempuan asal NTB di Sirnas ini,”aku wanita kelahiran 17 Februari ini.

Targetnya kedepan, anak pertama dari HM Fajar Taufik dan Hj Sri Wahyu Indriani ini ingin akan ikut seleksi wasit nasioal B yang diadakan tahun depan. Baru kemudian ke jenjang seleksi nasional A barulah ke tingkat lebih tinggi lagi.

Menurut dia, prosfek wasit di NTB ini cukup menjanjikan sebab sejauh ini minim regenerasi perwasitan di NTB. (Eka)

No comments:

Post a Comment