Sunday, September 8, 2019

Ruslan Turmuzi Dorong Dibentuknya Pansus Beasiswa Ke Chodang University Korsel

Anggota DPRD NTB dari PDIP Ruslan Turmuzi mendorong di bentuknya Pansus untuk menyelesaikan persoalan pengiriman mahasiswa ke Chodang University Korsel
Mataram (postkotantb.com)- Kisruh persoalan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ke Chodang University Korea Selatan terus bergulir. Bahkan anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP Perjuangan Ruslan Turmuzi mendorong di bentuknya Panitia Khusus (Pansus) untuk menemukan titik terang persoalan tersebut. 

Ruslan mengatakan dirinya akan menggalang dukungan di legislatif untuk membentuk pansus persoalan beasiswa tersebut. Menurut Ruslan persoalan mahasiswa yang "Terlantar" menjadi persoalan serius yang harus di tuntaskan. 

Melalui pansus ini ujar Ruslan akan membuka semua persoalan yang terjadi. Pansus ini tambah Ruslan akan mencari fakta yang sebenarnya. "Kita akan membuka persoalan ini, melalui pansus akan ada tim pencari fakta, kita akan buka semua nya nanti," ujar nya. 

Selain itu melalui pansus ini juga akan memanggil semua pihak terkait Pengiriman mahasiswa ke Chodang University ini. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank NTB juga akan di panggil karena adanya indikasi  pelanggaran tindak pidana perbankan. 

"Semua akan kita panggil, semua yang berkaitan dengan pengiriman mahasiswa ini, termasuk OJK dan Bank NTB, karena ini ada indikasi tindak pidana perbankan," papar Ruslan. 

Ruslan juga menegaskan beasiswa perguruan tinggi bukan menjadi domain pemerintah provinsi. Ia berharap anggota legislatif yang lain mendukung terbentuknya pansus ini. 

Seperti di ketahui pengiriman mahasiswa S1 kesehatan di Chodang University menjadi polemik. Sebanyak 18 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa di duga "Terlantar". Namun Pemprov NTB membantah bila ke 18 mahasiswa tersebut terlantar dan tidak terurus. 

Gubernur NTB Dr. Zulkiefkimansyah juga membantah bahwa mahasiswa S1 kesehatan yang menimba ilmu di Chodang dalam kondisi baik. Bahkan Pemprov NTB melalui Dikes NTB telah berangkat ke Korea untuk mengetahui kondisi ke 18 mahasiswa tersebut.(RZ) 

No comments:

Post a Comment