Thursday, October 31, 2019

Carmelo Ezpeleta: Sirkuit Mandalika Akan Menjadi Icon Street Race Pertama di Dunia


CEO Dorna Carmelo Ezpelata mengaku puas dan takjub dengan pembangunan sirkuit Mandalika, ia pun menyebut Sirkuit Mandalika akan menjadi icon Street Race pertama di dunia
Lombok Tengah (postkotantb.com)- Pada hari Senin (28/10/2019), Dorna Sports SL (DORNA), pemegang hak siar MotoGP, meninjau secara langsung pembangunan Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika) yang saat ini tengah dibangun oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di kawasan pariwisata The Mandalika, Lombok Tengah, NTB.  Selain melakukan peninjauan lapangan, CEO Dorna Sports SL (DORNA) Carmelo Ezpeleta dan Sporting Director DORNA Carlos Ezpeleta juga melakukan pertemuan dengan Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan, beserta perwakilan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, perwakilan sejumlah BUMN, dan Tim Mandalika Grand Prix Association (MGPA), unit usaha ITDC yang mengelola Sirkuit Mandalika.

Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama DORNA ke lokasi pembangunan Sirkuit Mandalika, sejak penetapan The Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP di Indonesia melalui penandatanganan Promoter's Agreement antara ITDC dan DORNA pada akhir Januari 2019 lalu di Madrid, Spanyol.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan, “Pada kunjungan pertama DORNA ke lokasi Sirkuit Mandalika ini, kami memperlihatkan kepada DORNA progres pembangunan Sirkuit Mandalika dan memastikan bahwa pembangunan akan selesai sesuai jadwal sehingga Sirkuit Mandalika dapat masuk ke kalender MotoGP 2021. Kami juga menyampaikan rencana kerja MGPA dalam menggalang kerjasama dengan berbagai stakeholders untuk kesuksesan penyelenggaraan MotoGP 2021”.

CEO DORNA Carmelo Ezpeleta menyampaikan, “Saya puas setelah melihat progres pembangunan Sirkuit Mandalika. Saya sangat antusias dengan Sirkuit Mandalika karena merupakan sirkuit dengan konsep street race yang pertama, tapi dilengkapi fasilitas selayaknya sirkuit permanen, seperti CoEx building dengan paddock, hotel, dan rumah sakit. Saya sangat optimis sirkuit ini dapat menjadi sebuah icon karena merupakan street circuit yang pertama dan indah sekali."

Sirkuit Mandalika dibangun di tengah kompleks pariwisata The Mandalika yang menyediakan pemandangan indah ke bukit-bukit dan pantai.  Sirkuit memiliki panjang 4,31 km dan 17 tikungan.

Carmelo Ezpelata menambahkan, dia optimistis MotoGP Mandalika akan diramaikan banyak penonton karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan basis penggemar MotoGP yang besar.  Selain mendatangkan keuntungan bisnis, keuntungan lain yang nantinya diperoleh dari terselenggaranya MotoGP di The Mandalika adalah munculnya pebalap-pebalap muda dari Indonesia. Karena Dorna Sports juga melakukan pembinaan terhadap talenta muda melalui ajang Asian Talent Cup.

Senada dengan Carmelo Ezpeleta, Sporting Director DORNA Carlos Ezpeleta menjelaskan, "Hari ini kami senang sekali dapat melihat progres konstruksi Sirkuit Mandalika.  Meski design masih dalam proses konfirmasi, namun pembangunan sirkuit sudah jelas kelihatan, dan kami yakin dengan kerja keras MGPA dalam 18 bulan ke depan, konstruksi dapat diselesaikan dan MotoGP dapat diselenggarakan di Indonesia.  Kami sangat menanti untuk datang kembali ke Indonesia, negara yang penting untuk olahraga motor karena jumlah fan base yang sangat besar."

Menurut Carlos, penyelenggaraan MotoGP di Indonesia yang mengambil lokasi di sebuah kawasan pariwisata merupakan cara cerdas untuk mempromosikan Indonesia dan The Mandalika, Lombok, NTB sebagai sebuah tujuan pariwisata di dunia.  "Selain itu, membawa kembali MotoGP ke Indonesia merupakan sebuah pemberian yang indah dari Pemerintah kepada rakyat Indonesia, mengingat Indonesia memiliki fan base olah raga balap motor yang sangat besar.  Kami yakin MotoGP di Indonesia akan sukses, sold out, dan mendatangkan banyak wisatawan ke Indonesia," tambah Carlos.

Saat ini pembangunan Sirkuit Mandalika memasuki tahap ground working badan jalan yang telah mencapai 30 persen.   Pengaspalan badan jalan akan dimulai pada Januari 2020 sebelum kemudian dilanjutkan dengan upgrading permukaan badan jalan menjadi lintasan balap. ITDC dan MGPA memastikan pembangunan sirkuit dapat selesai akhir tahun 2020 sehingga dapat menjamu tes pra-musim 2021, yang diperkirakan berlangsung Februari atau Maret 2021 sebelum musim balap 2021 dimulai.

"Ini bukan proyek ITDC saja tapi proyek Indonesia. Dalam proses pembangunan Sirkuit Mandalika, ITDC tidak akan bekerja sendirian sehingga pembangunan Sirkuit Mandalika pasti selesai. Indonesia sudah membuktikan mampu menyelenggarakan Asian Games, sebagai ajang olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade. Selain itu,  MotoGP memiliki penggemar yang besar, setiap minggunya ajang MotoGP ditonton hampir 430 juta pemirsa televisi di seluruh dunia dan ini akan memberikan country branding dan benefit yang besar bagi Indonesia,” imbuh Abdulbar

Bentuk dukungan dan sinergi BUMN dalam persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021 antara lain pengerjaan badan jalan oleh WIKA dan Waskita Karya, penambahan panjang lintasan runway, upgrade kargo dan aksesibilitas, ekspansi apron dan pelebaran taxiway serta kegiatan promosi di Lombok International Airport (LIA) oleh Angkasa Pura I. Selain itu, Pelindo III dan ASDP tengah mengembangkan fasilitas kargo dan cruise. Sementara DAMRI akan membuka rute baru yang melayani sejumlah wilayah di Lombok menuju Mandalika dengan menyiapkan 12 bus berkapasitas masing-masing sebanyak 27 tempat duduk.

Selain itu, guna meningkatkan aksesibilitas ke kawasan Mandalika, Pemerintah Pusat telah memberikan komitmen dukungan berupa pembangunan infrastruktur pendukung yaitu penyiapan akses jalan langsung/bypass sepanjang 17,39 KM dengan Right of Way (ROW) jalan sebesar 50 Meter dari Lombok International Airport (LIA) ke The Mandalika. Jalan bypass ini tengah disiapkan oleh Kementerian PUPR.

Penyelenggaraan event MotoGP Mandalika 2021 diharapkan dapat berjalan dengan lancar sehingga multiplier effect dari penyelenggaraan event ini antara lain penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 7.500 orang, memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dollar AS, menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia hingga mencapai 300 ribu orang/tahun, serta diperkirakan meningkatkan belanja wisatawan hingga mencapai 40 juta dollar AS per tahun dapat dinikmati masyarakat Indonesia khususnya NTB.(RZ)

No comments:

Post a Comment