-->

Meski Pailit Pemprov NTB Optimis Sungdong Tetap Akan Bangun Global Hub

, Thursday, October 31, 2019 WIB Last Updated 2019-10-31T02:13:39Z

Asisten Dua Setda NTB Ridwansyah tetap optimis Sungdong Industry Holding akan membangun Global Hub
Mataram (postkotantb.com)- Meski di nyatakan pailit Sungdong Industry Holdings perusahaan asal Korea di yakini akan tetap melanjutkan rencana pembangunan Global Hub di Kabupaten Lombok Utara.

Asisten dua Setda NTB Ridwansyah di temui di ruang kerjanya, Rabu (30/10) mengatakan pembicaraan dengan Sungdong masih terus berjalan, bahkan Son Diamar melalui PT Diamar Mitra Kayangan ( PT DMK ) masih terus berkordinasi dan melakukan pembicaraan intens terkait rencana investasi perusahaan asal negeri ginseng tersebut di Lombok Utara.  

Ridwansyah menyatakan Son Diamar meminta agar Sundong melakukan pembebasan lahan 20 persen dari total lahan yang akan di gunakan untuk membangun galangan kapal di area Global Hub. 

"Salah satu garansi untuk melaksanakan pembangunan di Global Hub, pak Son juga telah meminta Sungdong untuk membebaskan lahan, 20 persen luas lahan dari total lahan yang akan di butuhkan," papar mantan Kepala Badan Penananaman Modal Pemprov NTB ini.

Terkait status Sundong yang di nyatakan pailit oleh pengadilan di Korea, Ridwansyah optimis persoalan tersebut tidak mempengaruhi rencana investasi perusahaan galangan kapal - shipyard builder untuk tetap berinvestasi. 

"Pernyataan pailit kan berlaku di Korea tetapi disini Sundong masih di percaya untuk membangun Global Hub," ujar Ridwansyah. 

Melalui PP 13 tahun 2017, Global Hub Bandar Kayangan di tetapkan sebagai Kawasan  Andalan Nasional. 

Rencana pembangunan mega proyek Global Hub tidak berjalan mulus. Setelah mendapatkan izin lokasi dari Kementerian Pertanahan ATR gempa hebat  terjadi dengan epicentrum tepat di jantungnya hamparan Global Hub. 

Gempa bumi tanggal 29 Juli 2018 dan ribuan kali  gempa susulan lainnya menjadi berita buruk bagi promosi investasi di global Hub. 3 investor potensial dari Rusia, Prancis dan nasional hengkang.  Awalnya, Investor Rusia bekerjasama dengan investor Tiongkok, tertarik membangun kilang minyak berkapasitas  50.000 barrel per hari, membangun international seaport untuk ukuran extra large serta membangun pembangkit listrik yang tahap awal berkapasitas 2 x 50 megawatt (100 MW). Investor Prancis (PMA) juga tertarik membangun pelabuhan internasional. Sedangkan investor nasional (PMDN) tertarik mengembangkan The New City dengan lahan seluas 1.500 hektar.

Namun proyek ini tetap menjadi agenda penting Pemprov NTB. Dalam sebuah pertemuan antara Gubernur NTB Dr. Zulkeflimansyah dengan Investor dan jajaran PT DMK di Lobby Hotel Arya Duta dan tempat lainnya Gubernur NTB sangat tertarik dengan konsep investasi Sungdong Industry Holdings ini  dan meminta segera para pihak menandatangi LoI/MoU sebagai payung besar komitmen bersama yang harus segera di tindak lanjuti secara tehnis dengan mempedomani PP 28 tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah termasuk dengan Pihak Ketiga di Luar Negeri (KPKLN).

Arya Duta Informal Meeting akhirnya bermuara menjadi penanda tanganan MoU oleh para pihak di Yongdaeri Korean BBQ Resto, Minggu 4 Agustus 2019.

Dalam formulasi MoU tertuang bahwa Sungdong Industry Holdings yang sedang berusaha untuk merelokasi investasi keluar Korea,  bersedia melakukan investasi sebesar  1 miliar USD atau kurang lebih Rp. 14 Triliun untuk membangun kawasan industri dengan segala kelengkapan yang di perlukan diatas tanah seluas 1.000 Ha.

Sungdong yang bekerjasama dengan mitranya di Tiongkok juga siap melakukan transfer teknologi. Diawali dengan mengirim 300 orang tenaga kerja NTB mengikuti pendidikan dan pelatihan sambil magang di perusahaan Sundong di korea selatan selama beberapa tahun. Pihak PT Diamar Mitra Kayangan tentu bertugas untuk penyiapan lahan dan aspek sosial ekonomi lainnya dengan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah provinsi NTB dan Pemda Kabupaten Lombok Utara agar mega proyek ini terwujud di teritorial gumi Tioq Tataq Tunaq itu.

Menelisik core business Sundong Industry Holdings sebagai perusahaan galangan kapal - shipyard builder tentu Global Hub Bandar Kayangan kedepan akan menjadi tempat yang baik untuk  maintenance dockyard  bahkan pembuatan kapal. Secara nasional  saat ini terdapat ratusan galangan kapal yang sebagian besar berlokasi di sekitar  Batam. Karena menjadi lokasi favorit yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura atau Selat Malaka yang jadi pusat lalu lintas laut perdagangan internasional.

Patut di tunggu apakah mega proyek bandar kayangan tersebut akan terujud atau masih menjadi mimpi belaka.(RZ/Net/Tim)
Komentar

Tampilkan

Terkini