Wednesday, October 2, 2019

Dukungan Agar Baiq Diyah Bertarung di Pilkada Kota Mataram Terus Mengalir

Mantan senator dua periode sekaligus ketua IWAPI NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi di dorong maju pada Pilkada Kota Mataram tahun 2020
Mataram (postkotantb.com)- Nama Baiq Diyah Ratu Ganefi kini menjadi sorotan di tengah isu bakal calon walikota yang bakal bertarung pada pilkada 2020 nanti. Berbagai elemen masyarakat kini mendorong nama Baiq Diyah Ratu Ganefi (BDRG) agar masuk dalam bursa pemilihan walikota Mataram. 

Mantan senator NTB dua periode ini dinilai pantas dan memiliki kapasitas memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan.

"Saya rasa sudah saatnya perempuan tampil di Pilkada Kota Mataram," kata Ketua Badan Eksekutif Serikat Perempuan (SP) Mataram, Eli Sukemi.

Baiq Diyah dinilai punya pengalaman yang matang sebagai senator asal NTB. 

Popularitasnya juga sudah cukup baik dikenal masyarakat Kota Mataram, sebagai pengusaha wanita yang juga memimpin Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) NTB.

"Pemimpin daerah ya harapan kami harus responsif gender, faham isu gender, ramah gender," katanya.

Menurutnya, pemimpin daerah harus memahami persoalan perempuan, tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan, paham persoalan buruh migran, dan tidak mendukung eksploitasi sumber daya alam.

"Dalam setiap kebijakannya juga harus memiliki program mendukung kesetaraan, program yang responsif gender," katanya.

Eli menegaskan, Wallikota Mataram ke depan harus bisa mengakomodir kesetaraan untuk Gender dan Inklusi (GESI).

"Dan tidak saja bicara kepentingan laki-laki atau perempuan saja, tetapi juga penyandang disabilitas," katanya.

Ia menekankan, akan lebih baik lagi jika Walikota Mataram dijabat oleh perempuan.

"Kami rasa perlu juga, (Walikota) perempuan yang punya perspektif feminis, paham dan mengerti persoalan perempuan dan kelompok rentan. Sehinga mampu nemperjuangkan kepentingan dan kebutuhan GESI," tukasnya.

Solidaritas Perempuan (SP) Mataram merupakan bagian jejaring Solidaritas Perempuan Nasional. 

Selama ini lembaga non profit ini bergerak di bidang pembinaan dan pendampingan advokasi untuk perempuan, termasuk buruh migran dan buruh tani perempuan.

Eli mengatakan, kepemimpinan di daerah juga membutuhkan kemampuan melobi pusat dan membangun sinergitas yang menguntungkan daerah.

Pengalaman Baiq Diyah dinilai sudah teruji, selama menjadi senator di DPD RI dua periode.

Di kalangan masyarakat akar rumput, nama Baiq Diyah Ratu Ganefi sudah melekat.

Srikandi NTB ini kerab kali turun langsung melihat kondisi rakyat, terutama di saat bencana gempa bumi melanda 2018 lalu.

Tak heran di kantong-kantong pinggiran Kota Mataram, masyarakat mulai mendorong Baiq Diyah sebagai calon Walikota Mataram.

"Iya kami inginkan begitu. Kalau Baiq Diyah ikut (maju) pasti kami dukung dan memilih," kata Mahnun, salah seorang warga Ampenan.

Dikonfirmasi terpisah, Baiq Diyah Ratu Ganefi masih enggan mengomentari politik Pilkada Kota Mataram.

"Kalau aspirasi masyarakat kan bisa saja. Tapi saya pribadi belum terpikir ke arah itu (mencalonkan diri di Pilkada Kota Mataram)," katanya.

Baiq Diyah mengatakan, saat ini pihaknya lebih ingin terbuka dan aktif memberikan masukan-masukan positif untuk pembangunan NTB termasuk Kota Mataram.

"Saat ini belum ada niatan ya. Kalau diskusi-diskusi untuk bagaimana membangun Mataram ke depan ya silahkan kita sharing pengalaman," tukasnya. (RZ) 

No comments:

Post a Comment