-->

Pemecatan Oknum Dewan KSB Tunggu Putusan Partai

, Tuesday, January 28, 2020 WIB Last Updated 2020-01-28T12:31:07Z

Mataram (postkotantb.com)- Partai Gerindra Kabupaten Sumbawa Barat semakin bergejolak. Dugaan amoral yang dlakukan oknum anggota DPRD dari Partai besutan Prabowo Subianto itu, menjadi konsumsi politik dan pembicaraan masyarakat setempat.

Perselingkuhan wakil rakyat berinsial HMN dengan istri orang, selain menghancurkan nama baik Partai Gerindra di KSB juga dikhawatirkan akan mempengaruhi suara calon petahana Bupati KSB, Musafirin yang didukung partai berlambang kepala garuda tersebut.

Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Sumbawa Barat, H Mustapa HMS dkonfirmasi wartawan mengaku sudah menerima laporan masyarakat. Pihaknya sudah mendapat laporan secara tertulis dari suami korban yang istrinya diselingkuhi HMN.

“Kan sudah menerima laporan dari korban, dan partai sudah mengambil tindakan sesuai prosedur, yakni  melaporkannya dengan bersurat ke DPD Gerindra NTB dan DPP,” ujarnya Senin siang (28/1).

Disebutkan, tindakan anak buahnya tersebut, bukan saja mencoreng nama baik HMN selaku wakil rakyat, tetapi juga merusak nama besar partai dan reputasi pimpinan partai di semua tingkatan baik DPC, DPD hingga DPP Partai Gerindra.

Tindakan berlebihan HMN yang mana selingkuh dengan istri orang, disebutnya sebagai pelanggaran berat yang memiliki konsekwensi sanksi tegas. Hanya saja aku Mustapa, DPC tidak punya kewenangan memberi sanksi pemecatan.

“Kan sudah bersurat ke DPD Gerindra NTB dan pusat, kami sampaikan kronologisnya dan pengakuan dari korban. Sanksi apa yang akan dilakukan DPP terhadap HMN, kita tunggu keputusan DPP,” timpalnya.

Menurut Mustapa, Partai Gerindra berbeda dengan partai politik lainnya di Indonesia. Gerindra adalah partai komando. Sehingga siapapun kader yang melakukan pelanggaran berat, tentu ada konsekwensinya. Bisa melalui pemecatan secara tidak hormat atau yang lainnya.

Dan kemudian pelanggaran berat dimaksud seperti kasus korupsi, narkoba, terorisme dan seksual. Selain laporan selingkuh yang diterima DPC Gerindra KSB, HMN juga dilaporkan jarang menemui konstituennya. Itu juga sudah dilaporkan ke pusat.

“Laporan tertulis sudah kami sampaikan secara prosedural ke pusat. Jadi kita tunggu saja keputusan DPP,” tandas Mustapa, seraya berharap gejolak di partainya segera berakhir.

Terhadap suhu politik Pilgub yang makin memanas di KSB, dan Gerindra menyokong calon pertahana. Kata Mustapa, kasus yang menimpa HMN tidak berpengaruh.

“Kami kira itu tidak ada pengaruhnya,” ujarnya meyakinkan.

Terpisah, salah satu orang terdekat terduga pelaku perselingkuhan sekaligus anggota dewan itu, mengaku kasus perselingkuhan HMN bukan hanya terjadi saat ini saja. Namun sejak periode pertama kasus serupa acapkali dilakukan HMN dengan sejumlah wanita lainnya.

“Kita sebenarnya sudah tutup rapat-rapat, akan tetapi kita juga sudah tidak tahan dengan kelakuan oknum itu. Kami sebagai tim kerap melakukan pertemuan, dan HMN saat itu bersumpah tidak akan melakukan kasus amoral itu lagi. Tapi buktinya, HMN semakin berani,” sebut James. (Eka)
Komentar

Tampilkan

Terkini