Kasta NTB Pertanyakan Keputusan Pemprov Tempatkan Irzani di ITDC

Ketua Kasta NTB Lalu Wink Haris menila keputusan Pemprov NTB menempatkan Irzani sebagai komisaris di ITDC tidak tepat
Mataram (postkotantb.com)- Keputusan gubernur NTB yang menempatkan Irzani menjadi komisaris di ITDC menggantikan HL Gita Ayadi yang kini menjabat sebagai Sekda NTB menuai pro kontra.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kasta NTB melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan Pemprov NTB tersebut. Ketua Kasta NTB Lalu Wink Haris mengatakan Pemprov NTB tidak memiliki rasa empati terhadap Lombok Tengah. Di tengah hiruk pikuk pergantian nama bandara ujar Wink Haris, menempatkan Irzani di posisi komisaris di ITDC mengenyampingkan potensi SDM Lombok Tengah.

"Di Lombok Tengah ini seperti tidak ada tokoh yang mampu saja menjadi komisaris, ribut soal pergantian nama bandara masih hangat dong jangan lagi makin di perkeruh," ujarnya.

Lalu Wink menyatakan dirinya tidak anti pada Irzani namun penempatan Irzani sebagai komisaris di nilai tidak tepat. Menurut Lalu Wink  penempatan komisari di ITDC harus orang yang mampu menjembatani komunikasi antara ITDC dengan masyarakat terlebih sebelumnya terdapat persoalan antara ITDC dengan masyarakat yang berujung pada ranah pidana.

"Komisaris itu harus mampu menjembatani antara perusahaan dengan masyarakat, banyak persoalan di lingkar KEK Mandalika ini, soal lahan dan sebagai nya, bahkan ada warga yang di penjara, ini harusnya menjadi pertimbangan pemprov sebelum menunjuk siapapun menjadi komisaris di ITDC," paparnya.

Soal Irzani, Lalu Wink mengatakan dirinya tidak anti terhadap Irzani atau Organisasi, tetapi menurutnya Irzani belum tepat menjadi komisaris di ITDC karena tidak berpengalaman memegang perusahaan, ataupun back ground Irzani yang tidak berasal dari pebisnis.

"Kami tidak anti Irzani tetapi Pemprov NTB semestinya memahami latar belakang dan keahlian Irzani, dia tidak memiliki pengalaman di perusahaan besar," jelas Lalu Wink.

Lalu Wink menampik bila ketidak setujuannya dengan penempatan Irzani karena sentimen pribadi terhadap Irzani atau NW. Lalu Wink menegaskan dirinya mengktitik kebijakan Pemprov NTB karena merasa Loteng di pandang sebelah mata.

Ia menyayangkan keputusan gubernur tersebut karena mengabaikan potensi SDM yang di miliki masyarakat Loteng.

"Saya tidak sentimen terhadap Irzani atau organisasi, ini bukan premordialisme, tetapi kami melihat keputusan pemprov seolah olah kami ini tidak di hitung, kami kecewa, jangan sampai muncul kesan bahwa di NTB ini seolah olah di atur oleh satu organisasi, sehingga bebas mau mengganti atau menempatkan siapa saja yang di inginkan," ucap Lalu Wink.

Iapun meminta agar Pemprov NTB mengevaluasi kembali penempatan Irzani sebagai komisaris di ITDC, bila di perlukan di lakukan seleksi terbuka untuk calon komisaris tersebut.

"Sangat bagus ketika di gelar seleksi terbuka siapa saja bisa ikut transparan dan kita akan mendapatkan orang yang memang di butuhkan oleh perusahaan dan pemprov," pungkas Lalu Wink.(RZ)