Kompak Cakades Minta Pilkades Penyaring Ditunda

, Thursday, February 13, 2020 WIB Last Updated 2020-02-13T08:34:27Z

Sumbawa (postkotantb.com)- Empat Bakal Calon Kades Penyaring, meminta panitia dan DPMD Kabupaten Sumbawa menunda pemilihan Kepala Desa Penyaring, yang akan dilaksanakan 4 maret 2020 mendatang.

Keempat cakades tersebut yakni Hermansyah, Agus Salim,Irwandi dan Masharuddin,  menggelar pertemuan dikediaman Hermansyah Dusun Penyaring Atas, Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa. Dalam pertemuan tersebut mereka berempat bersepakat untuk menunda pilkades.

Menurut Hermansyah, proses pilkades penyaring tercederai dengan tidak netralnya panitia dan pengawas pilkades di Desa Penyaring.

" Kami melihat selama ini bahwa panitia dan pengawas tidak netral. Selain itu, adanya ketidakjelian panitia dan pengawas dalam melakukan pemeriksaan berkas terhadap tiga bakal cakades lainnya yakni Abdul Wahab, Syahruddin dan Basri,"ungkap Hermansyah dalam konfrensi pers kepada sejumlah media dikediamannya Rabu malam (12/2)

Lanjut Herman sapaan akrabnya selain itu juga ketiga bakal calon tersebut hingga saat ini belum mengajukan pengunduran dirinya di instansi terkait.

"Basri, Syahruddin dan Abdul Wahab hingga saat ini belum mengundurkan diri. Padahal aturan meminta mereka untuk mengundurkan diri,"tegasnya.

Herman berharap agar panitia dan DPMPD bisa mengecek persyaratan ketiga calon yang dimaksud. Karena jika lolos maka akan mencederai proses demokrasi.

Selain itu, kami minta agar ketiga bakal calon tersebut untuk didiskualifikasi. Karena ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi," kata Herman.

Hal senada juga dikatakan Agus Salim, jika panitia dan pengawas pilkades sebaiknya pilkades diundur saja. Karena kami takut akan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

"Sebaiknya pilkades ditunda saja, karena panitian dan pengawas tidak netral. Bahkan kami pantau ada panitia mendatangi bakal calon tertentu saja dan tentu tidak benar," ujar Agus.

Agus menambahkan, sebenarnya aturan sudah jelas jika ingin mencalonkan jadi kades, maka ASN harus meminta ijin kepada Bupati begitu juga pegawai honorer harus minta ijin kepada pimpinannya. Tapi yang terjadi, ketiga calon tersebut sejauh ini belum pernah pernah memberikan surat ijin kepanitia pilkades.

" Kami sudah cek didinas. Dan juga kami sudah tanya panitia. Dan mereka tidak melengkapi surat pengunduran diri atau ijin dari pimpinan mereka. Dan sebaiknya pilkades desa penyaring ditunda," terang Agus sapaan akrab Agus Salim.

Sementara menurut Masharuddin, pilkades sebaiknya ditunda saja. Sebab dirinya baru mengetahui kondisinya seperti ini.

"pantasan panitia setiap saya tanya tentang ketiga bakal cakades tersebut panitia hanya berkelit nanti saya kasih tau," ujar Mashar sambil menirukan kata ketua panitia pilkades penyaring Jamaluddin.

Lanjut Mashar terhadap masalah ini mari kita besok datangi kantor DPMD.

" Besok pagi sebaiknya kita datangi kantor DPMD untuk kita minta agar ketiga calon tersebut didiskualifikasi. Dan panitia juga harus netral dalam hal ini," tambah Mashar.

Sambung Mashar, dalam pilkades penyaring mari kita berikan pemahaman kepada masyarakat. Dan hal ini masyarakat harus tau agar proses demokrasi tidak tercederai.

" Biarkan masyarakat tahu. Dan ini harus kita buka ke publik bahwa pilkades penyaring sedang ada masalah," tutup Mashar.

Hal senada dikatakan Irwandi, menurutnya dalam pilkades penyaring semua pihak berkepentingan. Namun kenapa ada masalah ini, ada tiga bakal calon kades baru melengkapi berkasnya dan dua lagi belum mengundurkan diri.

Irwandi tidak menginginkan jika pilkades penyaring tertunda, sebab yang rugi adalah masyarakat. Namun, jika seperti ini mau bilang apa lagi.

"Biarlah nanti masyarakat menilai kami kurang baik dalam hal inim tapi itu sudah kami terima. Tapi untuk memberikan informasi dan kebenaran sebenar inilah kami berempat," tandasnya.

Sambung Irwandi, jika sudah begini kejadiannya kami mau bilang apa, dan biarkan masyarakat menilai.

"seharusnya panitia jeli melihat seluruh berkas bakal calon kades penyaring,"katanya.

Seperti diketahui bahwa Forum Peduli Masyarakat Desa Penyaring (FPMDP), yang diketuai Irwansyah menemukan sejumlah persoalan dalam proses pilkades Penyaring. Dimana, FPMDP menemukan ada bakal calon masih memperbaiki berkas pencalonannya meskipun waktu sudah habis. Padahal, batas waktu sudah habis yakni 4 s/d 16 Desember.

Selain itu, ada dua balon cakades belum mengundurkan diri dari pekerjaannya, selaku Penyuluh di dinas pertanian dan staf ahli di Fraksi Nasdem. (SHK)
Komentar

Tampilkan

Terkini