PS Tersangka Tari Telanjang Akui Aksi Striptisnya di Luar Sepengetahuan Owner

PS Tersangka Tari Telanjang Akui Aksi Striptisnya di Luar Sepengetahuan Owner

, Friday, February 14, 2020 WIB Last Updated 2020-02-14T04:19:21Z
Kedua tersangka penari telanjang saat di kawal petugas di Polda NTB
Mataram (postkotantb.com)- Kasus penari telanjang dalam sepekan terakhir cukup menyita perhatian masyarakat. Selain mengecam tindakan asusila tesebut masyarakat juga menuding pihak manajemen memfasilitasi acara tersebut. Masyarakat juga menuntut pemerintah menutup Metzo Executive Club and Karaoke. Namun dari penjelasan kuasa hukum kedua tersangka terungkap sejumlah fakta menarik. 

Kuasa hukum PS dan DA papi yang bertindak sebagai penghubung, Hendro Purba SH dari LBH Reform mengatakan dari pengakuan ke dua PS tersebut, praktik yang mereka lakukan di luar sepengetahuan manajemen Metzo Executive Club & Karaoke.

"Menurut keterangan kedua PS tersebut bahwa kejadian ini di luar pengetahuan manejeman. Mereka lalukan secara diam-diam, tanpa suruhan atau perintah siapapun termasuk manajeman Metzo," katanya, Jumat, 14 Februari 2020.

Hendro mengatakan, kedua PS tersebut juga telah mengetahui adanya larangan perbuatan melanggar hukum di Metzo. Namun dilakukan secara diam-diam.

"Sepengetahuan kedua PS, Metzo memiliki aturan yang ketat dilarang keras narkoba, asusila maupun tindakan seksualitas, makanya mereka diam-diam," ujarnya.

Pengacara mengatakan, sepenuhnya menghormati proses hukum yang dilakukan polisi.

Duit di Rekening Papi

Pengacara tersangka lainnya, Suhardi SH, mengatakan soal uang yang masuk di rekening papi berinisial DA yang sempat dituduh polisi merupakan uang DP tarian tanpa busana adalah tidak benar.

"Menurut keterangan tersangka papi kejadian itu tidak diketahui sama sekali karena saat itu tersangka papi sedang tidak enak badan sehingga tidak melakukan pengecekan setiap room saat itu," ujarnya.

Suhardi mengatakan, dari keterangan DA, uang yang disebut polisi adalah DP tarian tanpa busana adalah uang titipan dari kerabat PS.

"Sedangkan dana yang dituduhkan masuk ke rekening tersangka papi sebagai DP adalah tidak benar. Itu adalah uang titipan dari kerabat PS yang menitip uang kiriman dan transferan. Biasanya papi membantu terima dana titipan karena tidak semua PS punya rekening bank," ujarnya.

"Dipastikan oleh papi bahwa dana itu tidak diketahui sebagai DP, pengetahuan Papi itu hanya dana titipan transfer dari kerabat PS," ujarnya. (RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini