-->

Pulau Bebas Polusi, Cidomo Transportasi Favorit di Gili Terawangan

, Friday, February 28, 2020 WIB Last Updated 2020-02-28T05:54:41Z
Cidomo menjadi moda transportasi favorit di Gili Terawangan selain sepeda, Foto/gili.web.id
Mataram (postkotantb.com)- Tiga Gili, Terawangan, Meno dan Air merupakan gugusan tiga pulau kecil yang berada di daerah administratif Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Kemasyhuran tiga gili tersebut hingga sampai mancanegara. Bahkan tiga gili menjadi destinasi unggulan yang wajib di kunjungi bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman seru bersnorkling diving atau sekedar berenang di birunya air laut.

Di tiga gili terdapat awiq awiq (Hukum adat) bahwa kawasan tersebut tidak di perbolehkan adanya kendaraan bermotor. Khususnya di Gili Terawangan, kendaraan bermotor haram hukumnya di gunakan sebagai transportasi. Cidomo (dokar) dan sepeda lantas menjadi transportasi utama menggantikan kendaraan bermotor.

Gili Terawangan pun di tetapkan sebagai kawasan bebas polusi asap kendaraan. Cidomo menjadi transportasi favorit baik bagi warga setempat ataupun wisatawan.

Bentuk cidomo di Gili Terawangan pun tidak berbeda dengan cidomo kebanyakan, yang membedakan adalah kusirnya dan alat komunikasi yang di gunakan. Hampir semua kusir cidomo di Gili Terawangan fasih menggunakan bahasa asing. Sementara alat komunikasi yang di gunakan adalah Handy Talky (HT).

Puspawan salah satu kusir cidomo di Gili Terawangan mengatakan, dirinya tidak pernah kursus atau belajar bahasa inggris secara khusus. Keahliannya berbahasa asing di asah secara otodidak. 80 persen penumpangnya orang asing memaksanya harus bisa berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

"Saya tidak pernah kursus mas, iya belajar di lapangan langsung, kadang tanya tanya sama teman yang sudah mahir, bisa karena biasa akhirnya," ujarnya.

Puspawan sudah tiga tahun menjadi kusir cidomo. Jam "narik" nya rata rata 6-8 jam sehari. Dalam sehari Puspawan bisa meraih hasil hingga tiga juta rupiah. Jumlah itu bisa membengkak di hari hari libur atau musim ramai.

"Dalam sehari bisa tembus 2 sampai 3 juta, kalau musim ramai malah bisa dua kali lipat," jelas nya.

Penghasilan tersebut di bagi dua dengan pengelola atau pemilik cidomo. Adapun jumlah cidomo yang beroperasi di Gili Terawangan sekitar 45 unit.

Pengunjung yang datang ke Terawangan pun mengaku sangat terbantu dengan adanya cidomo. Meskipun merogoh kocek hingga ratusan ribu namun merasa puas karena bisa berkeliling di Terawangan.

Bobi salah seorang pengunjung asal Surabaya yang berlibur ke Terawangan kagum dengan aturan adat yang tidak membolehkan kendaraan bermotor beroperasi di kawasan ini. Berkeliling Gili Terawangan menggunakan cidomo menurutnya menjadi pengalaman yang luar biasa.

"Asyik mas, bisa keliling pakai cidomo di Terawangan, ini pengalaman pertama keliling disini, pantai nya indah dan naik cidomo juga menyenangkan," ucapnya.

Wisatawan mancanegara pun memilih cidomo selain sepeda yang di sewakan untuk berkeliling di sekitar Terawangan. Angela wisatawan asal Italia mengaku baru pertama kali naik cidomo. Ia pun terbantu karena kusirnya mampu berbahasa Inggris dengan baik.

"Kusirnya ramah ramah, pemandangan disini juga indah, sangat luar biasa, semoga aturan disini tetap di pertahankan," ujar Angela.

Gili Terawangan sempat mengalami masa redup paska Lombok di guncang gempa dengan kekuatan 7,0 SR. Paska recovery kini iklim pariwisata di Terawangan perlaha  mulai menggeliat kembali.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini