DPAD Lombok Tengah Terapkan Program Transformasi Berbasis Inklusi Sosial

, Wednesday, March 18, 2020 WIB Last Updated 2020-03-18T13:50:50Z
Kepala Dinas Perputakaan dan Arsip Lombok Tengah (kanan) didampingi tutor dari Kerajaan Dongeng di acara Story Telling, bertempat di TK IT Anak Soleh.
Lombok Tengah (postkotantb.com)- Sesuai Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 11 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Lombok Tengah dalam rangka meningkatkan minat baca, telah menyiapkan program Transformasi Berbasis Inklusi Sosial.

Dimana sebelumnya DPAD Lombok Tengah, hanya melayani masyarakat yang datang untuk membaca. Namun melalui program Transformasi Berbasis Inklusi Sosial ini, para pelajar akan dituntun untuk berkegiatan guna meningkatkan Literasi atau dengan kata lain, pengetahuan yang disesuaikan dengan bidang profesinya masing-masing. 

Misalnya ada satu pelajar yang bidangnya administrasi ingin mendaftarkan diri di dalam ujian penerimaan mahasiswa baru, tentu saja yang bersangkutan membutuhkan referensi yang sesuai dengan bidangnya.

""Kami tentunya akan menyiapkan kebutuhan itu, begitu juga yang membutuhkan referensi kewirausahaan, atau yang ingin masuk perusahaan swasta," demikian dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Loteng, Drs. Lalu Rinjani, Senin (16/03).

Dikatakannya, pihak perpustakaan akan melayani kebutuhan pelajar berupa persiapan buku-buku yang berkaitan dengan tes penerimaan mahasiswa baru.

Selain itu, bagi yang telah menempuh perguruan tinggi, dan membutuhkan referensi untuk mendaftarkan diri ke instansi atau dinas termasuk perusahaan. Pihaknya menyediakan layanan bimbingan belajar atau kursus, diantaranya kursus bahasa asing dan melukis.

Dijelaskannya, demi memastikan keberhasilan dari pelaksanaan program itu, pihaknya melibatkan organisasi Karang Taruna untuk membentuk Komunitas Baca.

"Saat ini di setiap desa, telah muncul komunitas membaca yang anggotanya terdiri dari remaja yang tinggal di masing-masing desa. Komunitas Baca ini bertugas mengajak dan melayani anak dan remaja, di wilayahnya masing-masing, serta menggelar kegiatan kursus," jelasnya. (rin)
Komentar

Tampilkan

Terkini