Post Kota NTB Direktur Utama Aminuddin

Lobar Antisipasi Virus Corona, RS Tripat Siapkan Ruang Isolasi

, Wednesday, March 04, 2020 WIB Last Updated 2020-03-04T10:31:32Z

Giri Menang (postkotantb.com)– Antisipasi penyebaran virus Corona atau CoVid-19 menjadi atensi khusus hampir semua daerah di Indonesia terlebih di Nusa Tenggata Barat. Berbagai isu dan informasi adanya pasien suspect corona di beberapa daerah di NTB yang belum jelas kebenarannya membuat semua daerah mengambil langkah antispasi.

Begitu juga dengan Pemerintah Daerah Lombok Barat. Meski belum adanya laporan pasien suspect corona namun Pemkab Lobar tidak ingin mengambil resiko. Dinas Kesehatan Lobar semakin intensif mensosialisasikan cara pencegahan virus berbahaya tersebut. 

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, dr. H. Ahmad Taufik Fathony menegaskan sampai hari ini, Rabu (4/3) belum ada terdeteksi pasien suspect corona. Begitu juga catatan di RS Tripat tidak ada satupun pasien yang mengalami gejala terpapar virus corona.

“Sampai sekarang di Lombok Barat tidak ada yang terindikasi ke arah terkena virus Corona atau Covid-19,” terang Fathoni.

Namun demikian, tegas dokter Toni, demikian ia biasa dipanggil, pihaknya telah meminta agar Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju (RSUD Tripat) dan RSUD Awet Muda Narmada menyiapkan sarana prasarana berupa ruang isolasi dan tim yang secara khusus memberikan penanganan bila ditemukan ada pasien terjangkit virus mematikan tersebut.

Direktur RSUD Tripat drg. H. Arbain Ishaq membenarkan pihaknya telah menyiapkan ruang khusus yang dimaksud.

“Secara khusus kita tidak memiliki ruang isolasi. Akan tetapi kita menyiapkan satu ruang besar dengan mengorbankan 3 sampai 4 bed untuk kita jadikan ruang isoloasi. Begitu pula dengan tim, kita sudah siapkan. Kalaupun ada pasien yang suspect Corona, pasti segera akan kita rujuk ke RSUP yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah,” terang Arbain.

Baik Arbain maupun Toni meminta agar masyarakat tidak panik terhadap wabah tersebut. 

“Kita berharap aspek pencegahan dini bisa kita lakukan. Masyarakat bisa mencegah berbagai jenis virus, termasuk Covid-19 dengan mencuci tangan dengan sabun secara benar, sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan orang lain yang terindikasi sakit, hindari kontak dengan binatang pembawa virus seperti kelelawar atau ular, hindari makan daging mentah, dan hindari terlalu sering menggosok-gosok mulut, hidung, dan mata. 

"Bila menderita demam lebih dari 38,5 derajat celcius yang disertai dengan batuk pilek dan sesak nafas agar segera memeriksakan diri ke p dokter , puskesmas atau rumah sakit,” terang dokter Toni.

Ia pun menghimbau bila mengalami gejala batuk pilek di sertai napas berat di sertai panas tinggi untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Selain itu dr. Toni juga meminta warga untuk menggunakan masker.

“Terutama kepada para penderita batuk dan pilek, agar memakai masker untuk menghindari penularan ke orang lain,” ujar dokter Toni.


Terkait ketersediaan masker tersebut, Kepala Bidang P3KL itu memastikan stock masker khusus untuk para tenaga medis dan para medis, bahkan untuk pasien di Kabupaten Lombok Barat masih aman untuk 2 sampai 3 bulan ke depan.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini