500 Guide di NTB Menganggur Akibat Covid-19, Ainuddin Minta Menpar Berikan Bantuan

Ketua DPD HPI NTB Ainuddi mengatakan terdapat 500 orang pramuwisata yang terdampak akibat covid-19
Mataram (postkotantb.com) - Efek domino penyebaran virus corona melumpuhkan perekonomian. Hampir semua sektor merasakan dampak virus corona tersebut. Salah satu sektor yang terpukul akibat covid-19 ini adalah industri pariwisata. Sektor yang mengandalkan arus kunjungan wisatawan ini mati suri. Bahkan di Nusa Tenggara Barat sektor ini mengalami dampak yang sangat mengkhawatirkan.

Para pelaku wisata tidak bisa berbuat banyak. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Barat mendata 500 anggota terkena dampak wabah virus corona (COVID-19).


Ketua DPD HPI NTB Ainuddin mengatakan, akibat covid-19 para pramuwisata terpaksa menganggur. Meski sebagian lainnya banting stir dengan mencoba peruntungan di sektor lain tapi tidak memberikan dampak yang siginifikan.

"Ada sekitar 500 anggota yang masih aktif sebagai pramuwisata, semuanya terdampak. Itu belum termasuk 'porter' pendakian Gunung Rinjani," kata Ketua HPI NTB, Ainuddin di Mataram, Rabu.

Ainuddin menambahkan  Kondisi tersebut, kata dia sudah dikomunikasikan dengan pengurus HPI Pusat dan persoalan ini juga akan di sampaikan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Harapan kami, nasib pelaku pariwisata juga di perhatikan seperti sektor lainnya, kami saat ini pemasukan nol persen, tidak ada tamu atau wisatawan yang datang, kami sangat terdampak akibat covid-19 ini," ujarnya penuh harap.(RZ)