Corona Makin Mengkhawatirkan, Pemkab Lombok Barat Perketat Pemeriksaan Kesehatan dan Jam Malam

Corona Makin Mengkhawatirkan, Pemkab Lombok Barat Perketat Pemeriksaan Kesehatan dan Jam Malam

, Sunday, April 12, 2020 WIB Last Updated 2020-04-12T14:02:59Z

Lombok Barat (postkotantb.com)- Dengan makin bertambahnya jumlah pasien positif Covid 19, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat makin gencar melakukan pemeriksaan kesehatan di Pusat Karantina Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari dan pemberlakuan jam malam di semua kecamatan.

Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Lombok Barat memaksa 21 orang tenaga kerja asal Tasikmalaya yang akan bekerja membangun madrasah di Mendawe Kedaro Sektong.

“Posko Satgas Lombok Barat standby 24 jam di BIZAM (Bandara, red). Pagi ini kita drop tujuan ke Lombok Barat sebanyak 21 orang berasal dari Jawa Barat Tasik untuk diatensi menuju SKB Gunung Sari,” terang Kepala Dinas Perhubungan H. Moh. Nadjib melalui aplikasi WhatsApp, Ahad (12/4).

Selang beberapa lama kemudian, terbetik kabar bahwa ada rombongan secara bergelombang para santri yang berasal dari sebuah Pondok Pesantren terkemuka di Jawa Timur juga akan mendarat. Dari sekian banyak santri tersebut, terdapat 16 orang santri yang berasal dari Lombok Barat dan masih akan datang lagi di rombongan berikutnya.
Dua rombongan tersebut kemudian dibawa ke SKB Gunung Sari untuk segera dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan lainnya.

“Sampai sekarang kegiatan masih berlangsung, mudah-mudahan normal saja makanya tidak ada yang memberi laporan,” terang Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Ahmad Taufiq Fatoni di tempat yang terpisah.

Sesuai prosedur terang Toni, mereka akan dicek suhu tubuhnya. Jika diketahui normal-normal saja, maka mereka diminta bersama orang tuanya membuat kesepakatan untuk melakukan isolasi mandiri paling sedikit selama 14 hari.

Selain pemeriksaan kesehatan bagi rombongan, saat ini di Pelabuhan Lembar pun ditetapkan ada satu psoko satgas yang bekerja 24 jam guna melakukan pemeriksaan dan penyemprotan disinfektan, baik kepada para penumpang, bus, maupun kendaraan lainnya. Cara lain juga ditempuh oleh para Camat untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid 19.

Seperti yang dilakukan oleh Camat Kediri dalam 3 malam ini, pihaknya telah melakukan pembatasan akses masuk ke wilayah Kecamatan Kediri.

“Hal ini tidak untuk menghambat lalu lintas, tapi untuk memantau pembatasan aktivitas warga terkait dengan beberapa desa yang memberlakukan jam malam,” terang Camat Kediri Hermansyah saat ditemui di posko pemantauan bersama Kapolsek Kediri, Sabtu (11/4).

Hasil pantauan dan laporan para camat ke Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Tingkat Kabupaten Lombok Barat, hal serupa dari Camat Kediri juga dilakukan oleh Camat Batulayar dengan melakukan pembatasan akses menuju kawasan Batulayar. Di tempat terpisah Camat Labuapi juga melaporkan hal senada dan melakukan patroli terhadap aktivitas warga. (Eka)
Komentar

Tampilkan

Terkini