Menunggu Deklarasi Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi Maju di Pilkada Kota Mataram

Menunggu Deklarasi Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi Maju di Pilkada Kota Mataram

, Sunday, April 05, 2020 WIB Last Updated 2020-04-05T10:31:26Z
Opini : Didin Maninggara
Dari Bogor, Jawa Barat


Filsuf kenamaan Immanuel Kant, menyebut ada dua watak binatang pada insan politik, yakni "watak merpati" dan "watak ular".

Dia menjelaskan, politisi yang memiliki "watak merpati" ditandai dengan ciri yang lemah lembut, sementara yang mempunyai "watak ular", licik dan jahat.

Dilirik dari kodratnya, umumnya perempuan politik memiliki sifat yang lemah lembut dan penuh kasih sayang, sehingga kecenderungan berwatak merpati daripada "watak ular".

Meski demikian, insan politik berwatak ular selalu bisa menerjang yang berwatak merpati. Ini sudah menjadi aksioma politik yang acapkali dipertontonkan politisi "watak ular" di negeri ini, apalagi di era sekarang.

Mampukah perempuan politik yang cenderung berwatak merpati menjalankan politiknya dengan lemah lembut di tengah "watak ular" yang menerjang?

Bagi Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, siap menjalankan politik dengan "watak merpati", jika rakyat memberi amanat maju di Pilkada Kota Mataram, yang resmi ditunda bersama pilkada serentak 2020 disejumlah daerah lainnya akibat pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia, termasuk Indonesia.

Baiq Diyah memiliki pengalaman yang mumpuni berkiprah di politik karena pernah menjadi anggota DPD RI dua periode mewakili Provinsi NTB.

Dari pengalamannya itu, Baiq Diyah telah terbiasa menghadapi hambatan perempuan yang cenderung berwatak merpati dalam politik. Ia merasakan "watak merpati" masih melekat dalam dirinya.

Boleh jadi karena itulah, perempuan Sasak yang lahir di Mataram pada 20 Oktober 1963 dan sekarang menjadi Ketua IWAPI NTB ini, ingin hadir kembali dalam politik. Ingin maju menjadi bakal calon Walikota Mataram. Ia memiliki kepedulian tinggi terhadap daerah ini, yang juga ibu kota Provinsi NTB.

Kepeduliannya telah teruji dan terbukti, ketika selama 10 tahun menjadi senator di DPD RI, dan pada pemilu legislatif 2019, ia gagal untuk melanjutkan di periode berikutnya. Namun kegagalannya, ia maknai sebagai sukses tertunda. Maka, ia pun ingin meraih kesuksesan di pilkada.

Baiq Diyah sadari, berkomitmen maju di pilkada bukan perkara mudah bagi kaum hawa. Merebut kepercayaan masyarakat tidak gampang. Apalagi di era pemilu langsung, mencari partai pengusung juga tidak mudah.

Harus banyak yang menjadi pertimbangan. Yaitu, koalisi partai, elektabilitas, modal sosial, dan yang tak kalah penting adalah modal logistik atau kos politik. Meskipun demikian, semakin banyak perempuan dalam kontestasi pilkada.

Terinspirasi dari banyaknya dukungan partai terhadap perempuan calon kepala daerah diberbagai daerah, khususnya di pilkada 2018, Baiq Diyah optimis mendapat koalisi partai di pilkada 2020. Apalagi pilkada ditunda, sehingga ia merasa masih memiliki peluang besar mendapatkan mesin politik.

Tentang resiko bersaing di pilkada, ia sudah berserah diri sepenuhnya kepada takdir Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kasih dan Penyayang.

"Semoga Allah mengijabah niat saya ingin mengamanahkan diri saya untuk Kota Mataram, setelah 10 tahun saya mengamanahkan untuk NTB sebagai anggota DPD RI," kata salah satu perempuan hebat NTB ini melalui WA kepada saya.

Bagi Baiq Diyah, dunia politik pada dasarnya adalah sarana berbuat baik membangun kehidupan bangsa, dalam hal ini membangun Kota Mataram lebih baik.

Salah satu yang terpenting dalam membangun Kota Mataram menurut Baiq Diyah, adalah pemberdayaan dan perhatian besar terhadap perempuan. Pemimpin harus bergerak cepat menekan fenomena negatif, seperti di antaranya, angka kematian ibu dan kurang gizi dengan membuat program inovatif peningkatan pemberdayaan.

Perempuan dan anak akan menjadi subyek terpenting yang mendapat perhatian lebih besar dari Baiq Diyah, tentu jika ia menjadi walikota. Sebab menurutnya, kesuksesan generasi muda tak lepas dari peran perempuan yang mendidiknya.

Untuk itu, Baiq Diyah bercita-cita mewujudkan ikon Kota Mataram yang nyata, bukan sekedar slogan.

Mengenai pasangannya sebagai bakal calon wakil walikota, Baiq Diyah sudah membangun komunikasi dengan Baihaqi, yang ia sebut seorang anak muda potensial dan enerjik. (*)
Komentar

Tampilkan

Terkini