Terjadi Angin Puting Beliung di Wilayah Sekitar Bandara Internasional Lombok

Terjadi Angin Puting Beliung di Wilayah Sekitar Bandara Internasional Lombok

, Sunday, April 05, 2020 WIB Last Updated 2020-04-05T11:47:25Z
Salah seorang karyawan BIL mengabadikan puting beliung yang terjadi di wilayah sekitar bandara

Mataram (postkotantb.com)- Minggu siang (5/4) wilayah sekitar Bandara Internasional Lombok di terpa angin puting beliung. Berdasarkan hasil analisis puting beliung disebabkan oleh awan Cumulonimbus. Fenomena tersebut terjadi di luar landasan Bandara Internasional Lombok.

Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok menginformasikan  Puting beliung tersebut  bertahan kurang lebih selama 5 menit. Kepala Stamet BIL  Cucu Kusmayancu menjelaskan Fenomena Puting beliung ini disebabkan oleh Awan Cumulonimbus yang terbentuk akibat adanya pemanasan udara yang kuat di permukaan. 

Lebih jauh Kusmayancu menerangkan angin puting beliung biasanya ditandai dengan kondisi udara yang terasa panas sehari sebelumnya. Kemudian pada hari ini mulai dari pukul 10.00 pagi, terlihat tumbuh awan kumulus yang batas tepinya abu-abu dan sangat jelas menjulang seperti bunga kol.


"Awan itu akan cepat berubah warna menjadi gelap, serta pepohonan di sekitar akan terlihat bergoyang cepat. puting beliung ini juga menghasilkan pusaran angin yang kuat untuk itu Jika masyarakat melihat kejadian tersebut diharapkan menjauh dari pusaran angin yang terbentuk karena kecepatan angin yang di hasilkan cukup kuat dan umumnya bergerak memutar dan dapat menyapu benda benda disekitarnya," jelasnya. 

Cucu Kusmyancu mengingatkan akan adanya peralihan musim atau biasa di kenal dengan pancaroba pada bulan April ini.

"Kita akan menghadapi masa peralihan musim atau dikenal dengan pancaroba,  di masa peralihan musim ini potensi terjadinya kondisi cuaca ekstrim seperti puting beliung, angin kencang atau hujan disertai petir/badai guntur  ini dapat berpotensi terjadi untuk itu masyarakat tetap selalu waspada dan selalu menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca di masa peralihan sering kali tidak menentu," pungkasnya.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini