Kasek Dan Tiga Komisioner Bawaslu NTB di Rapid Test Hasilnya Non Reaktif

Kepala Sekretariat Bawaslu NTB Lalu Ahmad Yani mengikuti rapid test yang di lakukan petugas medis

Mataram (postkotantb.com)- Sekretaris Bawaslu NTB Lalu Ahmad Yani dan tiga komisioner Bawaslu NTB yakni Ketua Divisi Organisasi dan SDM Itratif, Ketua Divisi Penyelesaian Sengkete Hj. Yuyun Nurul Azmi dan Ketua Divisi Penindakan dan Pelanggaran Ahmad Umar Seth mengikuti screening awal atau rapid test yang di lakukan oleh petugas medis, Rabu (13/5) di kantor Bawaslu NTB.

Adapun hasil rapid test keempat unsur pimpinan Bawaslu tersebut adalah non reaktif. Sementara Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid dan Ketua Divisi Hukum Suhardi berhalangan dan tidak bisa mengikuti rapid test tersebut dan di rencanakan akan di mengikuti jadwal susulan.

Kepala Sekretariat Bawaslu NTB Lalu Ahmad Yani menjelaskan kegiatan rapid test tersebut sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona di lingkup Bawaslu NTB. Untuk rapid test tahap pertama ini hanya di ikuti oleh unsur pimpinan saja tetapi selanjutnya ujar Ahmad Yani akan di ikuti oleh seluruh pegawai dan staff di Bawaslu NTB.

"Kegiatan pemeriksaan rapid test ini sasarannya masih terbatas pada pimpinan dulu. Ke depan dihajatkan juga untuk di lakukan tes kepada semua pegawai. Kita adakan uji coba dulu dan kedepannya kita akan seperti apa ? Kita lihat kondisi nanti," jelasnya.


Lalu Ahmad Yani mengatakan  untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 jajaran Bawaslu RI hingga ke level kabupaten/kota telah melakukan serangkaian upaya pencegahan. Khusus untuk Bawaslu NTB dan kabupaten/kota telah melakukan kegiatan pencegahan seperti sosialisasi bahaya covid-19 di internal, gerakan penggunaan masker non medis berikut pengadaan dan distribusi masker, penyemprotan disenfektan di lingkungan kerja, pengadaan dan pemeriksaan alat deteksi suhu tubuh dan pengadaan suplemen bagi karyawan.

Dan terakhir hari ini mengadakan kegiatan rapid tes bagi pimpinan yakni ketua dan anggota komisioner dan kepala sekretariat.

"Kita selama ini di lingkungan Bawaslu sangat ketat dan patuh pada ketuan protokol covid-19. Diantaranya adalah dalam bekerja. Kita patuh pada Surat Edaran Menpan dan surat edaran Sekjen," papar Ahmad Yani.

Lalu Ahmad Yani juga menegaskan Bawaslu NTB beserta jajarannya sangat ketat dalam menerapkan ketentuan WFH dan WFO. Iapun menyatakan dari hasil monitoring dan evaluasi hingga saat semua  pimpinan dan staf sehat selalu.

"Memang hasil rapid tes ini belum bisa memberikan keyakinan bebas 100 % tetapi paling tidak mengacu dari hasil tes  ini kita bisa tahu gambaran awal untuk antisipasi," pungkas Lalu Ahmad Yani.(RZ)