![]() |
| Rindawanto Evendi Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto Istimewa |
Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Buntut dari Ratusan tenaga Honorer yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan nasibnya sangat gelap oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) adalah tindakan tidak manusiawi dan membunuh karakter serta moral masyarakat.
Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Nusa Tenggara Barat Rindawanto Evendi, mengecam keras tindakan gegabah Pemerintah Loteng yang terlalu cepat dan dini mengambil tlangkah terkait hal tersebut.
“Guru adalah jabatan yang sangat mulia, penopang utama kemajuan bangsa ini, tidak sadarkah mereka kalau bukan karena guru mereka tidak akan menikmati ruangan ber AC seperti yang di nikmati hari ini?,” tegas Rindhot sapaan karibnya pada media ini pada Sabtu (03/01/2026).
Lebih lanjut Rindhot menegaskan bawa Lombok Tengah ini merupakan etalase dunia yang ditopang oleh pariwisata yang mumpuni, pertanian yang sangat produktif.
“Hanya pemerintah kita saja yang miskin ide dan gagasan, mereka kami duga sangat acuh dan abai terhadap nasib masyarakatnya,” kata Rindhot.
Kami harap sebelum upaya ini bias, mohon dipertimbangkan nasib mereka yang kini telah rusak mental dan moralnya, karena saya yakin keikhlasan mereka (para guru) sudah tingkat dewa, bukan mereka memandang gaji, melainkan mereka berharap dapat sifat empati dan sifat manusiawinya pemerintah Lombok Tengah, Tutupnya.(irs)


0 Komentar