Gubernur NTB: Bila Lengah dan Abaikan Protokol Covid-19, New Normal Akan Gagal

Gubernur NTB: Bila Lengah dan Abaikan Protokol Covid-19, New Normal Akan Gagal

, Thursday, June 18, 2020 WIB Last Updated 2020-06-18T01:54:51Z
Gubernur NTB melepas 1300 Babhinkamtibmas yang akan menyalurkan bantuan kepada pekerja pariwisata yang terdampak covid-19
Mataram (postkotantb.com)- Penerapan new normal di kawasan wisata akan di dijadikan modul untuk program yang sama di daerah lain. Namun untuk mensukseskan penerapan new normal tersebut protokol kesehatan covid-19 harus di terapkan secara disiplin oleh semua elemen dan perangkat. Pertaruhannya bila lengah dan abai terhadap protokol covid-19 program new normal akan gagal.

Demikian di sampaikan Gubernur NTB Dr.  Zulkieflimansyah di dampingi Kapolda NTB, M. Iqbal saat melepas penyaluran bantuan 15.000 paket Sembako untuk 15 ribu orang pekerja dan Pelaku Industri Pariwisata Terdampak Covid-19 di NTB (17/6/2020) di Islamic Center Nusa Tenggara Barat di Mataram.

Lebih jauh Dr. Zul mengatakan Corona Virus deases (Covid 19) mewabah di hampir semua negara, tidak hanya menusuk sektor kesehatan saja tetapi juga mengurung dan melumpuhkan hampir semua sektor pembangunan. Tak terkecuali pariwisata NTB sebagai salah satu sektor andalan.

"Dengan terpuruknya sektor ini, maka memaksa banyak sektor pendukung pariwisata lainnya juga terpuruk," ujar  Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, M. Sc

Gubernur  mengajak pelaku dunia usaha dan pekerja sektor pariwisata menjadikan momentum ini untuk bangkit dan tidak takut lagi terhadap Covid-19. Tetapi syaratnya adalah harus tetap mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari wabah ini.

Dr. Zul mengingatkan bahwa hal terpenting yang wajib dilakukan untuk menggairahkan aktivitas ekonomi di era kenormalan baru atau New Normal  ini adalah disiplin pada protokol kesehatan sesuai standar atau pedoman-pedoman yang telah ditetapkan. "Jika lengah dan mengabaikan protokol kesehatan itu, akhirnya kita akan menelan Pil pahit dikemudian hari," ujarnya.

Ia menegaskan dibutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk bisa sukses menghadapi pandemic Covid 19 dan  meretas berbagai persoalan sosial ekonomi lain yang mengikutinya. Karena itu, Gubernur mengapresiasi langkah sigap Kapolda NTB, yang tidak hanya menjadi pionir dalam hal keamanan dan ketertiban daerah, didukung TNI dan Segenap Forkompimda. Tetapi juga  terlibat aktif di untuk ikut menyalurkan bantuan Sembako bagi masyarakat  diseluruh NTB.

"Kita beruntung memiliki Kapolda yang ikut peduli untuk membangun NTB. Bukan hanya pada persoalan keamanan namun pada semua bidang untuk bersinergi mewujudkan cita-cita NTB Gemilang," tutup Gubernur NTB.


Kapolda NTB Irjen. Pol M. Iqbal , S.IK., MH menyatakan bahwa untuk mendistribusikan d bantuan 15.000 paket Sembako bagi pekerja dan Pelaku Industri Pariwisata Terdampak Covid-19, pihaknya menerjukan 1.300 Babinkamtibmas di pulau Lombok dan Sumbawa.

"Ini bentuk kerjasama dan sinergi kami membantu pemerintah untuk menyalurkan bantuan ini tepat sasaran," kata Jenderal bintang dua ini.

Bantuan ini rencananya akan didistribusi di pulau Lombok selama 2 hari dan di Pulau Sumbawa 3 hari. Kami akan kawal hingga bantuan ini tepat sasaran. "Kami pastikan anggota saya menyalurkan by name by addres," tegasnya.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri ini mengakui bahwa partisipasi polda NTB dalam pendistribusian ini sebagai bentuk pengabdian dan kegiatan Polri di jajaran Polda NTB menyambut HUT Bhayangkara Polri tahun 2020 ini.

Sementara Assisten Deputi Pengembangan Produk Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) RI Edi Wardoyo mengatakan bantuan ini sebagai wujud bentuk perhatian pemerintah pusat membantu pelaku dan pekerja bidang pariswisata di NTB yang terdampak wabah Covid-19.

Menurutnya, bantuan Sembako sebanyak 15.000 paket diberikan kepada pelaku dan pekerja bidang pariswisata di 10 Kabuapten/kota se-NTB. Barang  berupa 10 kg beras premium, 1 kg Gula Pasir, 1 Kg Minyak Goreng dan 250 gram, yang diperoleh dan di dapatkan dari UKM di NTB.

"Ini sesuai program Pemrov. NTB yang sedang memberdayakan UKM dan IKM di NTB," katanya.

Sedangkan penerima diperoleh dari basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data dan penerima bantuan telah diverifikasi boleh Dinas Pariwisata Provinsi bersama dengan Kabupaten/Kota se-NTB. (RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini