-->

CEO AFDG Gelar Kegiatan Pembinaan Mental Sekaligus Penandatanganan MoU Bersama Ulama

, Tuesday, July 14, 2020 WIB Last Updated 2020-07-14T02:16:02Z
CEO AFDG, H. Ahmad Rusni, SE.,MM.,M.Pd., berfoto bersama 21 ulama (Tuan Guru) pemilik Ponpes di kabupaten Lombok Tengah, usai kegiatan pembinaan mental dan penandatanganan MoU.
Mataram (postkotantb.com)- Kerjasama pembangunan Otlet Arus Mart melalui sistem syariah, antara Arus Foundation dan Dasar Group (AFDG) bersama 21 Ulama Pemilik yayasan ponpes di Kabupaten Lombok Tengah, ditandai dengan Kegiatan Pembinaan Mental dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Kegiatan yang bertempat di Aula HR Sahabat Kita, Jl.Lingkar Selatan, Kota Mataram, Senin (13/07) dihadiri oleh Kepala Ponpes Al-Hasaniah NW Tundung, Desa Mantang, TGH. Hasan Basri, M. Pd, Kepala Ponpes Nurul Muksinin Batujai, TGH. M. Daud Muhsin, Kepala Ponpes Jihadul Ummah NW Puyung Jonggat,  TGH. H. Iwan Kusdian, M. PD.I, Kepala Ponpes An Nasyiriah NW sekunyit, TGH. Arif Rahman,

Kemudian Kepala Ponpes Yannurain Iwan Darmaji Kopang, TGH. Hasan Basri, Kepala Ponpes Miftahussaadah NW Lengkok Godak Kopang, H. Baharudin S.Pd,M. Pd, Kepala Ponpes Da'aruttoyibin Batujai, Sudiawan, Kepala Ponpes Mejrojuttolibin Al-Abror, H.L Salihin, S. Ag, Kepala Ponpes Riyadatul Muhklisin Sukareja Praya Timur, Syukran Makmun, Kepala Ponpes Miftahul Ma'arif, TGh. Mutawally, Kepala Ponpes Darussalimin, Lalu Azhari Fathullah, S.E, Kepala Ponpes Al-Hasiniah 2, LM. Nurul Wahyu,Kepala Ponpes An-Nurussaman, Satrya S. Ag., Kepala Ponpes Darul Aminin, Drs, M Faisal M. Pd, dan Majelis Ta'lim sillaturahim, H. Maskanah.

Dalam sambutannya, CEO AFDG, H. Ahmad Rusni, SE.,MM.,M.Pd., mengatakan kondisi perekonomian umat muslim  masih kalah bersaing. Sistem berbasis syariah melalui pola Profit Sharing (bagi hasil), akan merubah kesan yang demikian menjadi cerita indah dan tetap amanah.

Diakui, sejauh ini kondisi anak yatim dan orang lanjut usia (lansia) memprihatinkan."Selama ini kondisi anak yatim dan lansia hanya sekedar ditayangkan di televisi. tapi implementasinya tidak sesuai ucapan di publik,"cetusnya. Kedepan, ia meminta kesediaan pemilik ponpes untuk mengirim minimal tiga santri.

Santri-santri tersebut, akan di latih keterampilan di dalam mengelola otlet, tanpa mengabaikan kewajiban sebagai insan yang agamis. Kedepannya, tenaga yang telah dilatih akan menjadi insan yang profesional, handal,berdaya saing dan agamis.

Lebih lanjut dijelaskan, perolehan laba ditentukan dari tingkat kebutuhan masyarakat, baik dari kebutuhan pokok maupun kebutuhan lainnya. Setelah otlet dengan tema Arus Smart beroperasi, para pembeli akan dibuatkan KTA pelanggan. Kartu itu digunakan untuk mengambil barang sesuai kebutuhan kepala keluarga dan dibayar pada setiap bulannya.

Ia mengajak ulama agar mengambil kesempatan di dalam usaha ini, demi memperkuat ekonomi umat, agar tidak tenggelam diterpa derasnya persaingan usaha konvensional. Untuk branding, akan disediakan setelah penandatanganan Kesepakatan (MoU) dan kepengurusan ijin masing-masing otlet.

"Roda perekonomian dapat berjalan,dan laba yang sekian persennya sudah pasti diperoleh pihak pengelola otlet. Tidak ada yang dirugikan, dan perekonomia jelas akan tetap berputar, yatim piatu dan lansia juga mendapatkan manfaat dari usaha ini,"tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Ponpes Al-Hasaniah NW Tundung Mantang, TGH. Hasan Basri, M. Pd, memberikan apresiasi atas usaha Arus Mart. Berdirinya Usaha tersebut, tidak hanya memberikan manfaat. Keberadaan Arus Mart memberi makna tersendiri bagi para pengusaha konvensional atas kebangkitan ekonomi umat muslim.

"Berdirinya Arus Mart, akan turun berbagai macam rizki. Perniagaan ini, adalah kerja paten yang banyak menguntungkan umat. Sehingga perekonomian umat semakin kuat,"tuturnya.

Senada disampaikan Kepala Ponpes Nurul Muksinin Batujai, TGH. M. Daud Muhsin. Menurutnya, Arus Mart memiliki kalkulasi yang jelas dan menyelamatkan perekonomian umat. Ia memprediksi, keberadaan Arus Mart akan menjadi pesaing Otlet konvesional diantaranya, Indomart dan Alfamart.

"Sepuluh persen dari jumlah keuntungan, maka akan menghasilkan ombset dengan nilai yang besar. Kalau sudah punya branding, kedepannya akan menjadi pesaing,"tutupnya. Acara dilanjutkan dengan Ishoma dan penandatanganan MoU serta perbincang hangat bersama para ulama pemilik Ponpes. (rin)
Komentar

Tampilkan

Terkini