-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sudirsah Ancam PAW Anggota Fraksi Gerindra DPRD KLU Yang Tidak Dukung Joda Akbar

    , Sunday, July 12, 2020 WIB Last Updated 2020-07-12T08:25:58Z
    Ketua DPC Partai Gerindra KLU Sudirsah Sujanto mengancam akan mem PAW anggita DPRD KLU dari Gerindra yang tidak mendukung pasangan Joda Akbar dalam pilkada 2020
    Lombok Utara (postkotantb.com)- Peringatan keras di sampaikan ketua DPC Gerindra KLU Sudirsah Sujanto saat menggelar rapat internal pengurus DPC, PAC dan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD KLU yang di hadiri juga bakal calon bupati dan wakil bupati Djohan Syamsu-Danni Ridawan, Sabtu (11/7).

    Sudir mengancam akan mengambil tindakan tegas bila ada kader terutama anggota legislatif di DPRD KLU yang tidak mendukung pasangan Joda Akbar pada pilkada 2020.

    Sudir mengatakan akan melakukan pergantian antar waktu (PAW) bagi anggota fraksi partai Gerindra yang tidak mematuhi perintah partai untuk mendukung dan memenangkan Joda Akbar.

    "Tidak boleh ada kader yang ragu sedikitpun apalagi anggota DPRD KLU harus maksimal bersosialisasi di masyarakat untuk memenangkan pasangan Joda Akbar karena setelah SK DPP turun mereka (anggota DPRD) akan kami buatkan Fakta integritas agar berjuang dengan sungguh sungguh.

    "Kalau mereka santai santai saja dan lalai maka kami terpaksa akan mengajukan PAW kepada anggota DPRD yang tidak patuh pada arahan partai, ini adalah sikap tegas partai Gerindra sebagai partai komando," tegas Sudir dalam arahannya.

    Lebih lanjut Sudir mengatakan paket Joda Akbar sudah Final di usung partai Gerindra hanya menunggu SK DPP yang akan terbit dalam minggu minggu ini.

    Sementara itu calon wakil Bupati Danni Ridawan berterima kasih telah mendapatkan kepercayaan partai Gerindra untuk ikut serta dalam kontestasi pilkada dan mendampingi H.Djohan Syamsu menjadi calon wakil Bupati KLU 2020.

    "Tentu kepercayaan ini akan saya jaga dengan baik dan saya akan berjuang keras bersama seluruh  kader partai Gerindra KLU untuk membesarkan partai kedepan, kita akan sama sama berjuang di pilkada ini dengan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Utara, saya yakin bersama seluruh kawan kawan pengurus partai Gerindra yang solid ini dan kekuatan rakyat kita akan memenangkan pilkada 9 Desember nanti," tutupnya.

    Sementara itu bakal calon bupati H.Djohan Syamsu merasa bangga di usung oleh Partai Gerindra. Ia optimis   akan mampu memenangkan pilkada 9 Desember nanti terlebih pasangan nya adalah kader Gerindra sendiri. Ia kagum dengan pergerakan kader Gerindra yang terus turun ke masyarakat mensosialisakan pasangan Joda Akbar.


    Djohan Syamsu juga menyampaikan bahwa ia tidak pernah ragu atas dukungan partai Gerindra kepada pasangan Joda Akbar. Meski banyak pihak yang meragukan dan mengklaim bahwa Gerindra akan mengusung calon yang lain.

    "Sedikitpun saya tidak  pernah ragu, Karna ketua Badan pengawas dan disiplin DPP partai Gerindra Bpk H.Bambang Kristiono/HBK dengan tegas menyampaikan di rumah saya bahwa partai Gerindra sudah Final dan beliau akan turun Gunung untuk berjuang besama seluruh kader untuk memenangkan Joda Akbar. Inilah yang membuat saya lebih yakin kalau Gerindra sungguh sungguh dan mendukung kami Joda Akbar," ujarnya penuh optimis.

    Djohan Syamsu juga mengklaim empat partai yang akan mengusung dirinya yakni Gerindra 5 kursi, PDIP 3 kursi, PKB 3 kursi dan PKS 1 kursi. Ia optimis Golkar dan Nasdem juga akan masuk dalam koalisinya.

    Sementara ini baru dua partai yang mengeluarkan rekomendasi yakni PKB dan PKS, rencananya Gerindra dalam waktu dekat juga akan menerbitkan SK rekomendasi.

    Pengurus DPC partai Gerindra yang juga Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi,S.sos menegaskan bahwa semua kader Gerindra siap all out untuk memenangkan pasangan Joda Akbar. Menurutnya figur Djohan Syamsu adalah sosok yang tepat untuk memimpin Lombok Utara.

    "Kami kader Gerindra akan sanggup untuk kompak dan bersatu memenangkan Joda Akbar di pilkada desember nanti, kami yakin akan menang karna masyarakat sekarang sudah cerdas menilai pemimpin. Dan pak HDS (Haji Djohan  Syamsu, red) juga pernah menjabat menjadi bupati KLU 2010-2015 ini yang membuat masyarakat merindukan sosok beliau karena di era beliau lebih enak dengan sekarang," pungkasnya.(RZ)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini