-->

125 KK di Tomangomang Menganggur, Saswadi; Loteng Harus Berbenah

, Wednesday, September 30, 2020 WIB Last Updated 2020-10-01T16:59:28Z

Drs. H.L.Saswadi,MM


Lombok Tengah,postkotantb.com- Keberadaan KEK Mandalika tidak berdampak terhadap penekanan jumlah pengangguran. Sebagai contoh, warga dusun Tomangomang, Desa Selong Belanak, Kabupaten Praya Barat. Di dusun ini, jumlah penduduknya sebanyak 125 Kepala Keluarga (KK).


“Masih banyak PR yang belum terselesaikan.” ujar Calon Bupati Lombok Tengah Jalur perseorangan, H. L. Saswadi, usai kegiatan blusukan di desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Selasa (29/9).


Dari jumlah demikian, sebagian besar didominasi kalangan pemuda yang berusia produktif. Para pemuda memilih bertahan hidup sebagai petani di lahan tadah hujan, akibat tidak memperoleh peluang kerja atau usaha di Kawasan ekonomi bertaraf nasional, berkelas dunia itu.


Keterbatasan warga di pelosok untuk mengenyam pendidikan, turut menjadi indikator terbengkalainya nasib masyarakat di pemukiman terpencil. Untuk bekerja, diperlukan syarat formal berupa ijazah perkuliahan atau minimal SMA/Sederajat. Sedangkan, masyarakat pelosok masih jarang memiliki syarat tersebut.


“Hotel dan restoran banyak mengambil tenaga dari pulau Jawa. selama keberadaan KEK Mandalika, Warga dusun ini tersisihkan,”bebernya.


Pada akhirnya, Masyarakat tidak memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki taraf hidupnya. Hal demikian lanjut Saswadi, menjadi gambaran bahwa kabupaten ini masih perlu banyak perbaikan dan pembenahan.


"Ini baru satu dusun di satu desa. Bagaimana nasib warga di dusun lain atau di desa lain?"cetusnya.



Salah satu konsep yang digagas Saswadi, berupa pemberdayaan SDM melalui pelatihan Para pelaku UKM dan industri rumah tangga, merupakan solusi bagi masyarakat. Ketika masyarakat mampu menyediakan makanan khas olahan, untuk dipasarkan dan digemari oleh wisatawan, tentunya, berdampak pada pendapatan masyarakat.   


“Jika masyarakat kita sudah mandiri, tentu tidak ada pengangguran. Biaya anaknya sekolah, juga terpenuhi,”imbuhnya.


Di tempat berbeda, Wakil Ketua Harian tim pemenang, Lalu Amili menuturkan, wilayah Loteng memiliki luas 1.208,39 km² dengan jumlah masyarakatnya yang tidak sedikit. Tentu, Persoalannya beragam. Mulai dari pertanian dan perkebunan, pendidikan, industri, jasa, perdagangan, infrasturktur dan lainnya. 


Namun, secara garis besar, sektor pertanian dan ekonomi kreatif serta pendidikan dan kesehatan, kerap terkuak di permukaan. Melalui jalur independen, disertai konsep dan gagasan yang matang, pasangan Saswadi-Dahrun dinilainya mampu memberikan solusi rill bagi masyarakat. 


“Ini bukan janji politik, tapi niat tulus yang disalurkan melalui konsep dan gagasan yang dijadikan sebagai solusi untuk menjaga dan membangun Lombok Tengah,”tandasnya.(rin)

 


Komentar

Tampilkan

Terkini