-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Berpetualang hingga Raih Kesan Menyatu bersama Alam

    , Sunday, October 18, 2020 WIB Last Updated 2020-10-20T18:22:02Z

    Asri: Minggu (18/10), Rombongan wisata asal Bumi Ngahi, Rawi Pahu, mengabadikan kunjungannya ke Goa Serigala (sisi kiri,red), di Desa Pakuan, Kec. Narmada, Kab. Lombok Barat.


    Lombok Barat (postkotantb.com)- Selain menyimpan sisi sugesti dan bernuansa mistik, Goa Serigala (Pengkoak,red), di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), menyimpan sejumlah potensi alam. Potensi ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sebagiannya, kerap memanfaatkan destinasi wisata itu sebagai lokasi berolah raga.


    Sebagian pengunjung, menjadikan destinasi ini sebagai tujuan utama berwisata. Seperti yang dilakukan rombongan milenial asal Kabupaten Dompu. Jauh hari sebelumnya, rombongan itu telah mempersiapkan diri untuk berkunjung ke Goa Serigala.


    "Dari Sabtu kemarin kami star dari Kota Mataram. Di tengah jalan kami kehujanan. Akhirnya kami tunda,"kata Auri, salah satu dari rombongan, Minggu (18/10).


    Arie, seorang wanita muda Alumni salah kampus ternama di Kota Mataram. Sejak kuliah, wanita ini gemar keliling untuk berwisata. Hampir setiap destinasi wisata di Pulau Lombok telah dikunjunginya. Mendengar ada destinasi wisata di geosite Goa Serigala, ia bersama rekannya, memutuskan untuk menghabiskan satu hari di destinasi tersebut, sebelum kembali ke daerahnya.


    "Kalau gak ke sana, bagaimana saya bisa penuhi rasa penasaran?"cetus arie.


    Senada disampaikan rekannya I'in. Kendati saat ini Pulau Lombok, tengah musim hujan, dia tetap melanjutkan niatnya menikmati suasan hutan di Geosite tersebut. Diakuinya, ini kali pertama ia mengunjungi kawasan wisata Hutan. Kesempatannya sehari, dikhususkan hanya untuk berkunjung ke destinasi tersebut


    "Hari ini, hari terakhir saya di pulau Lombok. Gak ada salahnya, saya berkunjung melihat bagaimana kondisi hutan di areal sana,"ungkapnya.


    Kawasan Geosite Goa Serigala, masuk dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura). Selain sebagai Agrowisata, sepanjang jalur menuju destinasi itu dikelilingi oleh suasana keasrian Hutan, sebagai gambaran dari kondisi alam, di kaki Gunung Rinjani.


    "Sayang, kedatangan kami pas belum waktunya musim duren dan manggis,"cetusnya.


    Rasa lelah para rombongan terbayar dengan suasana keceriaan, kala menikmati sambutan alam di sepanjang jalur menuju Lokasi Geosite Goa Serigala (Pengkoak,red).

    Abadikan Kunjungan


    Nukrah atau akrab disapa Deden, ditunjuk oleh rombongan Dompu yang berslogan Nggahi, Rawi, Pahu itu untuk menuntun rekan-rekannya menjajaki jalan setapak menuju Goa Serigala. Saat itu, jumlah Rombongan sebanyak 7 orang,di dominasi oleh kaum wanita.



    Sepanjang 800 meter, para rombongan dilbikin lelah dan letih akibat kondisi jalan yang menanjak dan sedikit bertebing. Sesekali, dua tiga orang, mengeluh karena belum terbiasa. Ketika menanjak, antara satu dan lainnya saling tarik, khawatir apabila terpeleset. Sempat ada salah seorang nyaris terjerembab.


    "Sebagian dari mereka hampir rata-rata mengenakan rok panjang. Jadi agak kesulitan pas ditanjakan,"tutur Deden sambil berkelakar menghibur rombongan.


    Kondisi itu tidak berlangsung lama. Sesudah melewati jarak hampir 500 meter, rombongan disambut oleh pelbagai jenis pepohonan dan tumbuh-tumbuhan yang menandakan, kondisi ekosistem di kawasan ini, terawat dengan baik. Sejumlah tanaman bunga jenis Aggrek, serta jenis lainnya, turut menoreh senyuman para rombongan.


    Salah seorang dari rombongan, tidak ingin melewatkan momen itu. Bak fotografer Gadged (smartphone). Setiap langkah rombongan diabadikan dengan rekaman video dan foto, hingga para rombongan sampai ke titik tujuan.


    "Akhirnya sampai juga ke goa,"ungkap rombongan serentak.


    Setelah rehat, rombongan ini sibuk mencari spot berselfie. Sebagian lagi memilih menanyakan tentang sejarah goa Serigala. Rombongan ini sempat terkejut dengan beberapa helai kain putih, dengan kondisi tengah dijemur. Deden menceritakan bahwa kain putih itu, dikenakan oleh umat hindu untuk ritual persembahyangan.


    Setelah puas mendengar ringkasan penyampaian Deden, rombongan kemudian memuaskan diri bercengkrama dengan cuaca dingin nan lembab. Ada juga yang memilih menikmati kejernihan air pegunungan di kawasan kaki Gunung yang mengalir tenang melalui rongga dinding batu di Goa Serigala.


    Menariknya, Goa ini tidak seperti pada umumnya. Bentuk goa yang minimalis, dihiasi bebatuan keras serta barisan pepohonan, diwarnai keindahan taman yang didominasi kembang berwarna kuning itu, seakan menyiratkan pesan atas kekuasaan sang maha pencipta, melalui alam. Para rombongan ini menyempatkan diri membasuh wajah berkali-kali, sebelum meninggalkan destinasi tersebut.


    Kunjungan rombongan ini, memiliki nilai tersendiri. Sebab, tidak hanya berwisata, akan tetapi rombongan tersebut secara langsung, belajar berpetualang sambil melihat keasrian hutan di kawasan Tahura.


    "Mudah-mudahan kawasan ini tetap terpelihara."harap Deden.(rin)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini