-->

Kenali Potensi Bencana, Pemprov NTB Kembangkan Aplikasi SIAGA Bencana

, Wednesday, October 14, 2020 WIB Last Updated 2020-10-14T08:24:23Z

Wagub NTB minta warga untuk berdampingan dengan bencana, namun edukasi kepada masyarakat tentang potensi bencana harus tetap di laksanakan

Mataram (postkotantb.com)- Dalam upaya pengurangan risiko bencana secara reguler, Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (UGGp) bekerjasama dengan Lushan UGGp, Pemerintah Pusat (Pempus) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyelenggarakan webinar dengan tema ‘’Living in Harmony with Geohazard’’ yang merupakan bagian dari kegiatan International Day for Disaster Risk Reduction (IDDR) 2020 in Rinjani, Selasa (13/10).


Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah dalam kesempatan itu menjelaskan, ketika bencana gempa bumi di NTB tahun 2018 lalu, hampir setiap hari selama berbulan-bulan menjadi situasi yang kelam. Semua orang takut tidak tahu harus berbuat apa. Dan secara geografis, NTB berada di wilayah dengan geohazard yang berpotensi bencana. Hal ini yang harus dihadapi serta pelajari bagaimana masyarakat dapat hidup selaras dengan geohazard.


‘’Kita tidak bisa menghindarinya. Ini adalah takdir kita, geohazard bukanlah untuk ditakuti. Tugas kita mendidik masyarakat tentang itu adalah kuncinya dan teknologi adalah salah satu instrumen yang efektif untuk memberikan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat kita. Oleh karena itu, kami berinisiatif mengembangkan aplikasi mobile bernama SIAGA NTB, agar masyarakat dapat mengetahui informasi tentang tanda potensi bencana, apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya dan dapat didownload di Playstore dan Appstore,’’ katanya.


Wagub mengungkapkan bahwa saat ini di NTB telah memulai kurikulum ramah bencana dalam konten pendidikan untuk siswa di sekolah. Tujuannya agar siswa mengenal potensi bencana, serta cara menghadapinya untuk menyelamatkan hidup mereka saat terjadi bencana. Selain itu, Pemprov NTB juga mengedukasi masyarakat tentang potensi bencana melalui Posyandu Keluarga setiap bulan. Di mana, awalnya Posyandu hanya melayani kesehatan untuk bayi dan ibu, kini diperluas layanannya dengan memasukkan materi edukasi kebencanaan kepada seluruh anggota keluarga di masyarakat dan diharapkan Posyandu Keluarga menjadi pusat pendidikan untuk mengatasi masalah kesehatan dan sosial.


"Banyak lagi cara yang bisa kita lakukan untuk mendidik masyarakat kita agar memahami dan menyadari potensi geohazard di tanah air kita. Misalnya kegiatan yang bermanfaat yang digagas oleh tim Geopark Rinjani ini, seperti kompetisi mahasiswa, seminar virtual, dan masih banyak lagi. Itu adalah inisiatif yang sangat kreatif dan mendidik. Kami sangat mengapresiasinya,’’ ujarnya.(RZ) 

Komentar

Tampilkan

Terkini