Jenazah Wanita Perantau Tanah Papua Dikebumikan di Sumbawa

Jenazah Yensi Oktavirana (32), disambut isak tangis pihak keluarga almarhumah di Sumbawa.

Sumbawa (postkotantb.com)- Akhirnya, jenazah, Yensi Oktavirana (32) tiba di Kabupaten Sumbawa. Almarhumah bersangkutan, merupakan warga asal Kelurahan Seketeng yang merantau di tanah Papua. Kepulangan Almarhumah, Minggu (22/11), disambut isak tangis pihak keluarga dan sahabatnya. 

Ayah Almarhumah, Zaenal Fuad, menceritakan, Wanita muda tersebut, berangkat ke tanah Papua untuk bertaruh hidup, demi memenuhi kebutuhan keluarga. Almarhumah pun sempat bekerja di sebuah tempat usaha di daerah Papua. Namun, sakit parah akibat komplikasi, membuatnya harus di rawat di rumah sakit.

Selama menjalani perawatan medis, biaya perawatannya di bantu oleh personel Yonif 751 Rider TNI di Sentani dan akhirnya Yensi meninggal dunia. Jenazah almarhumah, kemudian dimandikan di Ponpes Sentani dan setelahnya, jenazah masuk karantina kemudian dipetikan. 

Kepulangan Jenazah Yensi Oktavirana, tidak lepas dari peran pemerintah Kabupaten Sumbawa. Kala itu, keluarga bingung harus membiayai kepulangan jenazah Yensi ke Sumbawa. Karena untuk membiayai kepulangan jenazah, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

PJs. Bupati Sumbawa, Zainuddin Abe yang mendengar tentang kondisi Almarhumah langsung menginstruksikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) agar menangani sekaligus memimpin kepulangan Jenazah Almarhumah.

Jenazah Yensi diberangkatkan dari bandara Sentani, sekitar pukul 2.00 WITA, Sabtu (21/11) menuju bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan tiba sekitar pukul 17.10 wita. Sekitar pukul 08.00 Minggu, jenazah diterbangkan ke Bandara Ngurah Rai menuju Denpasar dan tiba pukul 10.00 WITA. 


Kepala Dinsos Kabupaten Sumbawa, Dr. Ahmad Yani, mengawal dan memimpin langsung kepulangan jenazah Almarhumah.

Setelah itu jenazah diberangkatkan ke Bandara Zainuddin Abdul Majid (Bizam) dan diteruskan hingga ke tanah Samawa melalui bandara Sultan Kaharuddin dan tiba pukul 16.00 Wita. Menjelang waktu magrib dihari yang sama, jenazah akhirnya dikebumikan.

Kepala Dinsos Sumbawa, Dr. Ahmad Yani  menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan bertanggung jawab terhadap warga yang membutuhkan dukungan dan bantuan. Baik melalui kewenangan  secara administratif maupun kebijakan antar pemerintah daerah, demi membantu setiap warga yang terlibat masalah sosial di daerah lain. 

"Karena warga kita tidak mampu dan meninggal di Papua, butuh yurisdiksi pemerintah. Itu makanya kami turun," terang Ahmad Yani, dalam sambutannya usai memimpin kepulangan jenazah hingga ke rumah duka, sekitar pukul 5.30 Wita.

Sementara itu, Irwanto Messa selaku perwakilan keluarga, mengaku bersyukur dan berterimakasih. Informasi yang disampaikan kepada pemerintah kabupaten setempat, ternyata direspon cepat. Bahkan tanpa diketahui, Gubernur NTB ikut merespon dengan mengecek kondisi jenazah dan menghubungi otoritas pemerintah di Papua.

"Kami atas nama keluarga berterimakasih atas pelayanan Pj.Sumbawa kepada kami. Kepada bapak Gubernur kami juga bangga dan sangat berterimakasih,"ucapnya haru.(well)