-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Lotim Akan Dibangun Rumah Rehabilitasi Narkoba

    , Tuesday, November 17, 2020 WIB Last Updated 2020-11-18T17:24:07Z

    Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra, SH.,M. Si

    Mataram (postkotantb.com)- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB, Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra, SH.,M.Si, mengatakan, rumah rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba rencananya akan segera dibangun di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Rencana tersebut, mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga ke daerah.


    "Jadi usulan BNN RI ke Presiden RI, sudah ada tindak lanjutnya. Nantinya PUPR yang akan membantu kami," katanya, Selasa (17/11).


    Kawasan pembangunannya telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi, dalam bentuk hibah penggunaan aset negara, berupa sebidang tanah dengan luas 5 hektare di wilayah Labuhan Haji.


    "Jadi di sana itu bekas rumah sakit. Itu yang dihibahkan ke BNN. Pak Bupati Lotim juga mendukung rencana pembangunannya,"ungkapnya.


    Tujuan didirikannya tempat rehabilitasi ini, jelas dia, demi menekan jumlah penyalahguna maupun pecandu yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Tersebut. Dalam data terakhir tercatat, jumlah penyalahguna di NTB itu sudah mencapai 63 ribu orang.


    "Lotim tercatat cukup banyak jumlah penyalahguna,"bebernya.



    Selain itu, Kabupaten Lotim dikategorikan sebagai wilayah dengan tingkat peredaran narkoba cukup tinggi. Beberapa kasus peredaran narkoba dengan skala barang bukti yang cukup besar, banyak terungkap di wilayah tersebut.


    "Pada awal tahun 2020 itu ada datang dari Aceh, beberapa waktu lalu juga ada yang ditangkap di Pancor, Masbagik juga ada," katanya.


    Kendati rumah rehab masih dalam rencana, upaya memberantas peredaran narkoba, tetap digalakkan. Salah satunya, aktif menggelar kegiatan pencegahan dengan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat.


    BNN juga kerap menyampaikan harapan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan agar ikut aktif mencegah peredaran narkoba di setiap lingkungannya. Sugianyar memastikan, pihak BNN selalu terbuka bagi yang merasa ingin terlepas dari pengaruh narkoba.


    "Rehabilitasi itu gratis, asal datang ke BNN melapor, minta direhabilitasi, tidak akan di penjara dan pastinya privasi anda dijamin agar hak-hak dalam hidup sosialnya tidak terganggu,"imbaunya.(rin/ANT)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini