297 Ribu Korban Gempa 2018 Terima Bansos Jadup dari Kemensos

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Khalik menerima bantuan jadup tahap dua untuk korban gempa Lombok 2018

Mataram (postkotantb.com)- Sebanyak 297.881 warga NTB menerima bantuan jaminan hidup gempa Lombok 2018. Penerima bantuan ini tersebar di 3 kabupaten, yaitu Lombok Utara, Lombok Timur dan Sumbawa. 


Adapun total bantuan yang diberikan dalam pencairan Jaminan Hidup Tahap 2 ini sebesar Rp. 89.364.300.000. Sebelumnya dalam pencairan Jaminan Hidup Tahap 1 Kemensos telah memberikan bantuan sebesar Rp. 11.459.400.000.


Bantuan ini diserahkan secara simbolik oleh Menteri Sosial ad interm yang diwakili Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam M.Syafii Nasution kepada kepala Dinas Sosial Provinsi NTB - H. Ahsanul Khalik, dengan disaksikan oleh Assisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pasca Bencana Kemenko PMK - Nelwan Harahap beserta para pejabat daerah masing-masing kabupaten yang menerima bantuan Jadup di Sumbawa, Minggu (20/12).


Direktur PSKBA menegaskan, bantuan ini menyasar kepada mereka yang belum pernah mendapatkan bantuan, dan ia harap bantuan ini bisa dipergunakan dengan bijak oleh para penerima manfaat.


"Jadi Jadup ini lebih menyasar ke korban yang belum sama sekali mendapatkan bantuan, ya saya berharap ini bisa di gunakan sebaik baiknya," tutup M. Syafii Nasution. 


Sementara Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Khalik mengatakan terkait dengan Jadup, pencairan jadup memang penantian yang cukup panjang karena terkendala kondisi keuangan pusat yang sedang sulit.


“Alhamdulillah dengan dirubahnya Permensos RI sehingga Jadup ini dapat dicairkan”, ujar Kadisos Propinsi NTB.


Kadis menyarankan agar bantuan Jadup ini dapat digunakan dengan tepat, tidak konsumtif, tidak di gunakan sesuai keinginan tapi sesuai kebutuhan.


“pesan Pemprop NTB, mari bersama menjaga daerah ini dengan aman dan nyaman, mari kita ciptakan Samawa yang senap semu nyaman nyawe Mura era”, tandasnya.


Kasubdit Pemulihan dan Penguatan Sosial Kemenko PMK RI, Pudak Bektiwidari dalam laporannya menerangkan, bahwa dalam upaya perlindungan sosial bagi korban bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian Sosial RI telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan sosial sejak tahun 2018 sekarang, diantaranya :


1. Penanganan darurat berupa pendistribusian logistik, cadangan beras pemerintah, beras regular, sembako, peralatan dapur keluarga, peralatan kebersihan dan layanan dukungan psikososial. Total bantuan senilai Rp.21.607.710.904,-


2. Penyaluran santunan ahli waris korban bencana yang meninggal dunia sebanyak 567 jiwa senilai Rp.8.505.000.000,-


3. Penyaluran bantuan jaminan hidup tahap I tahun 2019 sebanyak 5.118 KK / 19.099 Jiwa di Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat senilai Rp.11.459.400.000,-


4. Rencana penyaluran bantuan jaminan hidup tahap II tahun 2020 sebanyak 86.824 KK / 297.881 Jiwa di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa senilai Rp.89.364.300.000. (RZ)