Percepatan Jalan Provinsi Rampung Ditender

Ilustrasi 

Mataram (postkotantb.com)-Pemerintah Provinsi NTB merampungkan proses tender proyek percepatan pembangunan jalan yang mengalokasikan dana APBD sebesar 750 miliar rupiah. Proyek dengan skema kontrak tahun jamak ini menyasar perbaikan jalan provinsi yang tersebar di Pulau Lombok dam Pulau Sumbawa.


Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum NTB, Syarifuddin ST, mengatakan, seluruh paket perencaanaan dan fisik paket proyek tersebut telah berkontrak.


‘’Pemenang tender di gelombang pertama sudah bekerja, sisanya sudah berkontrak. Meski sempat tertunda karena pandemi, kita bersyukur proses pengadaannya berlajan mulus,’’ jelasnya.


Syarif menjelaskan, paket proyek ini akan menyasar 65 persen perbaikan jalan di Pulau Sumbawa, sisanya 35 persen menyasar jalan provinsi di Pulau Lombok. Dengan skema pekerjaan long segmen, diharapkan proyek ini akan meningkat persentase kemantapan jalan provinsi. Data saat ini, persentase kemantapan jalan di Pulau Sumbawa sekitar 80 persen lebih dan 90 persen lebih di Pulau Lombok.


‘’Skema proyek long segmen dalam percepatan ini kita harapkan dapat menekan angka penurunan kualitas jalan provinsi,’’ sebutnya.


Tahun ini melalui APBD, Pemrov NTB mengalokasikan anggaran Rp 70 miliar untuk pembiayaan tahap awal. Meski jumlah ini berkurang dari perencanaan keuangan awal, progres pelelangan harus tetap berjalan.


‘’Semua karena realokasi anggaran akibat pandemi covid 19. Meski begitu, target penyelesaian fisik dan pembayaran tetap tiga tahun,’’ paparnya.



Paket percepatan jalan ini terbagi dalam 16 paket pekerjaan antara lain, peningkatan Jalan Batu Dulang - Tepal- Batu Rotok 9,8 miliar, paket Sejorong - Tetar - Bts KSB, Benete - Sejorong, Tetar - Lunyuk, Jembatan Sampar Goal, Jembatan Kokar Singko, Jembatan Mone II dan Jembatan Tatar, Jembatan Aik Keru III Rp 71,4 miliar, paket  Keruak - Lb. Haji, Jembatan Korleko Rp 30 miliar, paket Batunyala - Sengkol, Kediri - Praya, Bengkel – Kediri Rp 75 miliar.


Paket  Jalan Ade Irma Suryani (Mataram), Jalan Prabu Rangka Sari (Mataram), Jalan Brawijaya (Mataram), Simpang 4 Tanah Aji Rp 24 miliar, paket Jalan Gajah Mada (Bima), Jalan Datuk Dibanta (Bima), Jembatan Salo Rp 30 miliar,  paket Sumbawa Besar - Semongkat - Batu Dulang, Jembatan Kokar Labangka 50, Kiwu - Sampungu, Jembatan Sori Kari`i, Jembatan Kiwu, Jembatan Sori Sowa Rp 37 miliar.


Paket Jalan Catur Warga (Mataram), Jalan Pendidikan (Mataram), Jembatan Karang Sukun Rp 31 miliar, paket Masbagik - Pancor, Kruak - Pancor, Jembatan Maronggek Rp 27 miliar. Paket Lenangguar, Lenangguar - Lunyuk, Lenangguar - Batu Rotok Rp miliar, paket Rembiga – Pemenang Rp 37 miliar, Paket Jalan Yos Sudarso (Mataram), Jalan Langko (Mataram), Jalan Pejanggik (Mataram), Jalan Selaparang (Mataram) Rp 29 miliar.


Paket Bima - Tawali, Tawali – Sape 72, Karumbu - Sape, Talabiu - Simpasai, Simpasai - Wilamaci, Jembatan Lere III, Jembatan Lere V Rp  30 miliar, paket Sila - Bajo, Jembatan Oi Katupa III, Jembatan Oi Katupa V, Jembatan Oi Katupa VI, Jembatan Piong III, Jembatan Piong IV, Jembatan Piong V, Jembatan Piong VI  Rp 33 miliar, dan paket Simpang Kempo - Sp. Kore, Jembatan Boro I, Jembatan Boro II, Jembatan Oi Mori II, Jembatan Oi Mori III, Jembatan Kawinda VI Rp 32 miliar. (rin)