Beasiswa PIP 2020 Sukses Disalurkan

Lalu Fatwir Uzali
Lalu Fatwir Uzali

Mataram (postkotantb.com)-Penyaluran bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020 khusus sekolah dasar se Kota Mataram sukses.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S. Pd, M. Pd, mengatakan, sebanyak 17.090 siswa SD menerima beasiswa PIP sebesar Rp 4,1 miliar lebih. Beasiswa ini menyasar siswa dari 164 SD negeri dan 172 SD swasta di Mataram.

"Realisasinya secara random dengan lima kali tahapan. Dibuat lima kali karena terkendala pandemi corona,"ungkap Fatwir, Jumat (15/1).

Dijelaskan, data penerima diambil dari Dapodik yang disinergikan dengan data Kementerian Sosial. Siswa yang menerima program ini terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH). "Karena yang dapat PKH itu yang diprioritaskan oleh dikbud,"imbuhnya.

Untuk tahun 2021, pihak belum bisa memastikan jumlah siswa yang akan disasar program ini. Pasalnya penerima PKH  kemungkinan mengalami perubahan jumlah.

Fatwir mengungkapkan, bantuan PIP merupakan penyemangat siswa untuk maju dan berprestasi. Melalui bantuan ini para siswa dapat meningkatkan kualitas belajar.

Pemberian bantuan ini didasari tiga poin dalam pendidikan. Pertama, siswa harus didukung dengan pemberian keyakinan bahwa siswa harus sekolah. Kedua, para siswa harus diberikan dukungan fasilitas, sarana dan prasarana seperti, pemberian pakaian seragam, tas, buku dan pensil.

Ketiga, siswa harus memperoleh dukungan dana dalam mengadakan atau mengikuti pendidikan ekstra kurikuler.

"Ada dua aspek yang diperhatikan setelah tiga faktor pendukung terpenuhi. Yaitu aspek pembangunan fisik dan mental. Para guru harus fokus kepada aspek itu,"paparnya.

"Dalam artian, guru harus mampu mengajar dan mentransfer pengetahuan serta pembentukan karakter, baik kepribadian, agamis maupun nasionalis," sambungnya.

Terlebih saat ini, jelas Fatwir, kegiatan belajar mengajar terkendala Kondisi Pandemi Covid 19. Diharapkan proses  belajar tatap muka dapat mendukung pendidikan para siswa, khususnya pada peningkatan karakter.

"Karena di sekolah siswa dididik tentang tatakrama serta bagaimana menjadi manusia seutuhnya dan bimbingan lainnya yang bersifat model. Di sekolah pun siswa diajarkan mengaji, diajarkan sopan santun dalam berprilaku serta berbicara, toleransi dan saling menghormati," tutupnya.(RIN)