Mataram dan Sumbawa Sepakati  Hibah Kantor Kemenag

HIBAH: Kepala Kanwil Kemenag NTB Bersama Walikota Mataram dan Setda dalam serah terima hibah tanah beserta bangunan

 Lombok Barat (postkotantb.com)-Demi mendukung kinerja program kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa telah sepakat menghibahkan serta bangunan di wilayahnya masing-masing.

Hal demikian ditandai dengan penandatanganan serta serah terima hibah yang dilaksanakan saat pembukaan dan peresmian rapat kerja pimpinan satker, di Hotel Kila Senggigi Beach, Kamis (21/1).

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku pemerintah kota telah menghibahkan tanah beserta gedung untuk kepentingan madrasah dan kantor urusan agama (KUA) di beberapa titik lokasi.

“Ini sebagai wujud keseriusan kami dalam mendukung program kementerian agama, Khususnya di bidang pendidikan, harganya lebih 1 miliar,”ungkapnya.

Sementara itu, Setda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, MM mengatakan, pihaknya telah menghibahkan lahan untuk pembangunan gedung Kantor Kementerian Agama di tiga titik dengan luas 12 are per satu lokasi.

Menurutnya, sejauh ini Kemenag NTB telah berupaya semaksimal mungkin untuk peningkatan sumber daya manusia serta peningkatan iman dan takwa. “Kami sangat terbantu. Tentunya semua dinas kita tetap akan bantu, khususnya yang sifatnya vertikal. Karena membantu kami selaku pemerintah daerah. Jadi kita harus berkerja sama untuk mendukung institusi ini” imbuhnya.

Setda memastikan, ke depan, pemerintah kabupaten tetap membantu apa yang menjadi kebutuhan, tentunya disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Terpisah Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad, MA, mengatakan terdapat beberapa program yang belum dituntaskan di tahun 2020. Salah satunya pelayanan Haji serta sejumlah pembangunan yang belum sempat terselesaikan, menjadi atensi Kemenag NTB.

“Tahun 2021 ini akan kami tuntaskan kekurangan di tahun 2020,” katanya.

Selanjutnya terkait pelayanan kurang lebih 3000 madrasah baik negeri maupun swasta. Diakui dia, Kemenag NTB tidak dapat menangani madrasah sekaligus, melainkan dengan cara bertahap dan bergilir. “Kami berharap agar seluruh madrasah dapat bersinergi,”imbuhnya.

Selain itu, pihaknya tengah berupaya agar dukungan fasilitas berupa gedung dan kantor dapat terpenuhi. Tahun ini, Kemenag NTB mendapatkan jatah sebanyak 11 unit bangunan dengan rincian 9 unit untuk madrasah dan 3 unit dialokasikan untuk KUA, kendati masih banyak gedung yang butuh perbaikan.

”Seperti di KUA Cakranegara itu sudah tidak layak untuk digunakan. Kami akan mengupayakan. Jika tidak dari SBSN maka minimal untuk rehab,” tutupnya.(Adv/AP/RIN)