Pantau Kinerja, Dewan Datangi STIPark NTB

Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi SE, MM, mengatakan

Pantau Kinerja, Dewan Datangi STIPark NTB
DPRD Provinsi NTB kunker ke UPTD Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB

 Lombok Barat (postkotantnb.com) - DPRD Provinsi NTB melakukan kunjungan kerja gabungan ke UPTD Science Technology and  Industrial Park (STIPark) NTB, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri,Kabupaten Lombok Barat (Lobar),  Rabu (27/1). Rombongan dewan disambut oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB serta Kepala UPTD STIPark NTB.

Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi SE, MM, mengatakan, kunjungan bertujuan untuk mengetahui lebih dalam  keberadaan STIPark NTB sekaligus meninjau kinerja unit tersebut dalam mendukung industrialisasi daerah.

"Mudah-mudahan banyak pikiran pokok dalam kunker ini untuk mendukung industrialisasi di NTB. Mungkin fokus kita nanti tentang produk yang dapat dijadikan percontohan di bidang pertanian, peternakan dan perdagangan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V, Lalu Wiraya mengungkapkan, sejauh ini, masih banyak yang belum mengetahui tentang STIPark, khususnya di lingkup legislatif. Karenanya, dia berharap agar intitusi terkait dapat mensosialisasikan STIKPark secara intens di lingkup pemerintahan dan masyarakat.

"Jangankan di masyarakat, dewan saja belum mengerti seluruhnya. Jadi bagaimana antara legislatif dan eksekutif dapat bersinergi. Biar kita bisa duduk bersama," sebutnya.

Sedangkan Ketua Komisi I, Sirajuddin, SH meminta uraian program kerja serta azas manfaat keberadaan unit itu terhadap masyarakat. Karena sejauh ini, pemerintah telah menyediakan Balai Latihan Kerja. "Apa perbedaan STIPark dengan BLK. Sedangkan antara keduanya memiliki fungsi yang sama,"imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE, ME., menuturkan, STIPark NTB fokus pada peningkatan kualitas SDM dengan target menciptakan produk yang berdaya saing.

Kata dia, NTB telah menciptakan banyak produk. Namun konsumen hanya mengenal produk dari luar daerah. hal tersebut disebabkan produk lokal belum memiliki daya saing. Seperti produk minyak kelapa.

Karenanya, lanjut dia,pemerintah daerah mengupayakan peningkatan kualitas daya saing melalui UKM dan memberi bantuan fasilitas usaha, berupa mesin. Sampai sekarang, industri rumahan  mampu mengumpulkan minyak kelapa hingga 125 liter per bulannya.

"Pemerintah bertugas memfasilitasi UKM. Untuk mencapai itu semua, pemerintah kemudian membuat gerakan daya beli produk lokal," bebernya.

Belum lagi industri kendaraan elektrik. STIPark memanfaatkan pelaku IKM untuk memproduksi kendaraan listrik.
"Di daerah Bima kita punya tiga IKM yang tengah beroroduksi. Kemudian Sumbawa. Ke depannya kita akan godok mesin-mesin ini dan siapun boleh mencobanya," jelasnya.

Kepala STIPark NTB, Muhammad Khairul Ihwan menjelaskan, konsep industrialisasi adalah perubahan nilai tambah melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produk.

"Dengan mesin kita dapat memperbanyak kuantitas produk sesuai permintaan konsumen dan lebih efisien serta berkualitas," paparnya.

Di sisi lain, lanjut dia, tahun 2019 angka pengangguran tercatat  8 ribu orang.  STIPark harus mengambil peran melalui sistem pemetaan, potensi, produk, kualitas dan teknologi yan digunakan pelaku UKM. Hasil dari pemetaan ini natinya akan menjadi bibit industrialisasi di NTB.

"Untuk membesarkan bibit ini harus menggunakan kebijakan pemerintah. Ketika UKM ini besar, maka akan melahirkan industri turunan," tandasnya.

Khusus inovasi dan pengembangan teknologi, STIPark akan menjadi tempat wisata teknologi bagi para siswa SMP, SMA dan SMK.

Target 2019 sampai 2023, STIPark NTB menarget 1.000 wirausaha pra inkubasi atau sekolah wirausaha. "Dari 1000 orang yang disekolahkan, minimal 100 wirausaha baru yang berkembang dari STIPar NTB,"imbuhnya.

Selanjutnya 100 wirausaha baru akan difasilitasi melalui pasar buatan dan Di dalamnya akan ada klaster-klaster. Para wirausahawan ini juga akan diberikan izin dan target dua tahun. Para wirausaha ini harus sudah punya kemampuan untuk dilepas. Mereka dituntut untuk mampu mengembangkan produk baik permesinan maupun olahan.

STIPark juga menyediakan bisnis model bagi wirausaha. Salah satunya bisnis pakan. Target lainnya yakni 1.000 kunjungan wisata teknologi. Dari Nobember 2019, STIPark telah memiliki  150 unit prototipe permesinan dan 156 unit produk UMKM mitra serta 21 siswa SMA yang direkrut melalui lomba inovasi  teknologi SMA-SMK.

Khusus 2021, STIPark NTB menerima 12 orang pra inkubasi untuk sekolah wirausaha dengan waktu satu tahun. Seragam, makan dan minum akan ditanggung. Selain itu, unit ini memilki 56 IKM permesinan, 77 IKM pengolahan dan 4 IKM sepeda listrik. Tahun 2020, 184 unit sepeda listrik sudah terjual oleh IKM ini dan target 2021 STIPark akan memproduksi 400 unit sepeda listrik. (RIN)