PBNW Bersilaturrahmi ke Kejati NTB, Tomo Sitepu Tawarkan Diri Jadi Pengurus

Ketua Lebah NW M. Ikhwan mengatakan, keadatangan PBNW, guna menjalin silaturahmi dengan Kejati NTB, termasuk menjelaskan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Gede Zaenuddin Atsani, silaturahmi dengan Kejaksaan Tinggi NTB Jum'at (29/01).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Gede Zaenuddin Atsani, silaturahmi dengan Kejaksaan Tinggi NTB Jum'at (29/01).

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Gede Zaenuddin Atsani, melakukan silaturahmi dengan Kejaksaan Tinggi NTB Jum'at (29/01).

Dalam rombongan tersebut terlihat Sekretaris Jenderal PBNW Prof. Dr H Fakhrurrazi, Ketua LEBAH NW Moh. Ikhwan, SH dan sejumlah pengurus lainnya.

Ketua Lebah NW M. Ikhwan mengatakan, keadatangan PBNW, guna menjalin silaturahmi dengan Kejati NTB, termasuk menjelaskan kalau organisasi NW sudah menyatu dalam SK Menkumham RI yang diterbitkan pada pertengahan 2020 lalu.

“Kedatangan PBNW bersama rombongannya, guna melakukan silaturahmi, termasuk kami jelaskan kalau  kepengurusan NW sudah menyatu, sesuai SK Kemenkumham yang mengesahkan hasil Muktamar ke 14 NW di Mataram yang dipimpin Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Zainuddin Atsani,” katanya

Dikatakan, soal perkara hukum NW sudah tuntas, dan Kajati Tomo Sitepu mengakui siap mengawal hukum yang telah ditetapkan oleh Kemenkumham. Kejaksaan pasti di garda terdepan dalam mengawal hukum yang sah secara legal yuridis termasuk terhadap legal NW.

Kajati Tomo Sitepu mengaku sebagai penegak hukum, tentunya pihaknya akan terus memberikan pengawalan kepada pihak yang sudah disahkan, sesuai hukum yang berlaku, termasuk NW yang sudah mengantongi keputusan kemenkumham.

“Saya ini netral, tapi jika persoalan hukum saya harus tegas sesuai aturan hukum,” tandasnya.

Selanjutnya Kejati NTB juga siap membangun kerja sama dengan PBNW dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hukum. Sekaligus ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kejaksaan itu bukan lembaga yang harus ditakuti oleh masyarakat, namun disegani dan dicintai tentu dengan melakukan pendekatan pendekatan yuridis sekaligus sosiologis agar masyarakat lebih memahami tugas dan fungsi kejaksaan.

“Kejaksaan siap diajak oleh PBNW untuk bekerjasama dalam penyuluhan hukum dan kegiatan lainnya yang membawa manfaat bagi bangsa dan daerah, termasuk pribadi saya, juga siap jadi warga nahdiyin dan siap jadi pengurus  NW di kelahirannya di Provinsi Sumatra Utara," pintanya. (AP)