Pemilik Lahan Ngotot, Bendungan Mujur Sulit Terealisasi

Anggota DPD, TGH. Ibnu Khalil

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Rencana pembangunan bendungan Mujur Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah diprediksi makin sulit terealisasi. Pasalnya, sampai saat ini pemilik lahan masih  ngotot dan belum rela lahan, rumah milik mereka dibebaskan. Khususnya masyarakat di Desa Lelong.


Hal tersebut diungkap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) TGH belum lama ini. "Bicara buntu, ya buntu, bicara sulit ya sulit sih. Sebab kalau pemilik lahan sudah tak mau lahan mereka dipakai untuk pembangunan bendungan itu, " ungkap Ibnu Khalil.



Kata dia, pembebasan lahan menjadi hal pertama yang harus diselesaikan. Jika tidak beres, maka hal ini akan membuat rencana pembangunan sulit terealisasi. "Yang punya hak belum mengizinkan, ya jadi sulit terealisasi," ujarnya.


Meski begitu, alumnus Ponpes As-sunah Nahdhtul Wathan mengatakan, apabila bendungan ini terbangun manfaatnya sangat besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat Loteng. Sebab, lahan pertanian yang masuk tadah hujan seperti di Kecamatan Janapria, Praya Tenga, Praya Timur dan Pujut Loteng, akan terairi.


"Yang jelas ratusan hektare lahan pertanian, baik yang di Loteng dan Lotim bisa terairi jika bendungan ini terbangun. Sehingga indeks perekonomian masyarakat akan semakin maju," tutupnya. (ap)