Persiapan Musorkab di Tahap Verifikasi

M. Samsul Qomar

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Jelang Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tim verifikasi Pengurus Cabang Olahraga, giat bekerja. Sementara ini, baru beberapa yang sudah melaporkan Periodesasi kepengurusan (SK, red).

"Kita sudah mulai melakukan verifikasi. Semoga akhir Februari semua selesai dan siap untuk pelaksanaan Musorkab," ungkap Ketua umum KONI Lombok Tengah (Loteng), M. Samsul Qomar, Rabu (20/01).

Menurutnya, verifikasi tersebut sangat penting, karena syarat peserta sah harus di buktikan dengan SK yang berlaku. "Jangan sampai ada Cabor yang nanti ketika akan Musorkab SK nya sudah kadaluarsa. Hak suaranya bisa hilang," cetusnya.

KONI telah mempersiapkan kebutuhan Musorkab jauh hari sebelumnya, demi memuluskan musyawarah yang terselenggara sekali dalam 4 tahun ini. Sehingga setiap kekurangan dapat  terantisipasi sedini mungkin.

"Kesuksesan Musorkab merupakan kesuksesan bersama. Untuk itu kita mulai dari sekarang dan terbuka," imbuhnya.

Diakui sampai hari ini, KONI sudah menerima permohonan rekomendasi Cabang olahraga yang telah melaksanakan muscab. Antara lain Volly dan Futsal.

Sedangkan olahraga Muathay dan Biliard sudah melaksanakan Muscab, namun belum mengajukan rekomendasi. Pihaknya tinggal menunggu pengajuan cabang olah raga lainnya. Ditegaskan sesuai AD/ART, apabila tidak ada rekomendasi, olah raga tersebut tidak sah sebagai peserta.

"Tinggal menunggu cabang lainnya agar dapat kami rekomendasi secara kolektif. Untuk saat ini, ketua tim Volley yang terpilih secara aklamasi adalah Suhaimi SH," sebutnya.

"Sementara untuk bola Futsal, Adi Bagus Karya terpilih secara aklamasi. Kita akan keluarkan rekomendasi itu, serentak jika semua cabor sudah menggelar muscab," terangnya.

Sementara ini, pihaknya memperoleh dua peserta Musorkab. Yaitu PASI dan ESI. Sesuai acuan data di periode sebelumnya, perolehan suara untuk Musorkab sekitar 30 suara. "Nah ini nantinya tergantung cabor. Bisa kurang kalau ada cabor yang tidak melaksanakan Muscab atau belum mendapatkan rekomendasi dari KONI," imbuhnya.

Pria akrab disapa omeng ini bertekad akan merapikan seluruh pengurus cabang agar para atlet Loteng dapat meraih juara, baik di kancah nasional maupun dunia. Selain Musorkab lanjut dia, KONI berencana melakukan strategi wajib olahraga untuk siswa SD sampai SMA. Rencana ini bertujuan mencari bakat sekaligus menjaga kesehatan generasi muda. Terlebih di tengah kondisi pandemi

"Kami akan menyampaikan ini ke Bupati nanti untuk mendukung gerakan Wajib olahraga. Kalau di negara maju mereka bisa melaksanakan Wajib militer masak iya kita tidak bisa Wajib Olahraga," tandasnya.(AP)