PHDI Gandeng PMKM Komitmen Bangun Ekonomi Umat Hindu

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB bersama mitra kerja PMKM Prima Indonesia menggelar

Foto : Datu Rahdin Jayawangsa, SH.,MH, memberikan presentasi singkat tentang program kerja PMKM Prima Indonesia
Foto : Datu Rahdin Jayawangsa, SH.,MH, memberikan presentasi singkat tentang program kerja PMKM Prima Indonesia

 Mataram (postkotantb.com) - Dalam rangka membangun ekonomi umat Hindu, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB bersama mitra kerja PMKM Prima Indonesia menggelar acara Simakrama di Sekretariat PHDI NTB, Minggu (17/1).

Turut hadir di acara tersebut, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) NTB dan Komisi I DPRD Kota Mataram serta Ketua PHDI kabupaten Kota se pulau Lombok.

Dalam sambutannya, Ketua PHDI NTB, Ida Made Santhi Adnya, SH, MH., mengatakan pandemi Covid 19 telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya umat Hindu di NTB. Namun demikian, Made mengingatkan agar umat Hindu jangan pernah kalah dengan kondisi tersebut.

Umat hindu harus memanfaatkan peluang serta sejumlah potensi antara lain,  kerajinan tangan serta kuliner. Kemudian potensi perhotelan, koperasi. Selanjutnya potensi pertanian dan perkebunan, terutama umat hindu yang ada di kabupaten Lombok Barat (Lobar).

"Untuk perubahan ekonomi yang lebih baik, kita harus memulainya dari hal yang kecil, mulai dari sekarang. Itu perlu kita rubah mindset untuk menjadi interprenuership," katanya.

Dia mengingatkan agar modal dan jaringan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. termasuk keberadaan DPD NTB PMKM Prima Indonesia selaku mitra kerja dalam memasarkan produk masyarakat Hindu, baik di pasaran lokal maupun mancanegara.

"Seperti di ponpes-ponpes yang ada di pulau jawa yang sudah berwirausaha," tandasnya.

Komisi I DPRD Kota Mataram, I Nengah Sugiartha menyebut tiga poin di dalam berwirausaha. Yaitu Kesempatan, keberanian dan keuangan. Ketiga poin ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dapat berjalan seiringan agar pelaksanaan setiap program PHDI bersama PMKM berjalan seimbang.

Dia menegaskan siap bersinergi bersama PHDI NTB dan PMKM. Sebaliknya, pria akrab disapa Ical ini berharap, seluruh umat Hindu bahu membahu dan satu suara, demi membangun ekonomi lokal kedepannya.

"Saya siap mengawal perencanaan PHDI. Saya juga meminta masukan baik secara organisasi maupun perorangan," cetusnya.

Di tempat yang sama, Ketua WHDI NTB, Dewi Damayanti Mengatakan, upaya PHDI NTB bersama PMKN dapat dijadikan peluang untuk kesejaheraan ekonomi umat Hindu. Maka demikian Dewi Mengimbau para pelaku usaha, khususnya home industri agar sesering mungkin meminta berkomunikasi dengan pihak PMKN selaku mitra PHDI NTB.

"Terhadap ibu rumah tangga yang ingin berusaha jualan makanan atau jajanan secara online, dapat meminta masukan dari PMKM Prima Indonesia," pungkasnya.

Sedangkan Ketua DPD NTB PMKN Prima Indonesia, Datu Rahdin Jayawangsa, SH, MH, dalam sambutannya memaparkan, keberadaan PMKM berawal dari keprihatinan. Dimana setiap produk- produk lokal termasuk yang diproduksi home industri, tidak pernah terakomodir.

Keberadaan PKMKM menurutnya mampu menfasilitasi umat Hindu untuk memasarkan produk-produk lokal serta membantu mengatasi persoalan lain. Salah satunya mengurus izin usaha. Demi memperlancar pemasaran produk-produk UMKM, lanjut dia, PMKN telah memiliki banyak grup di jejaring sosial serta website.

"Jika memiliki standar yang baik, tidak menutup kemungkinan, produk UMKM akan kita pasarkan ke pasar internasional. Karena ke depan, PMKM Prima Indonesia akan membangun sejumlah cabang di luar negeri," paparnya.

Kendala lain yang dihadapi pelaku UMKM di NTB adalah over produksi, khususnya di sektor berkebunan dan pertanian. Bahan baku dari kedua sektor ini kerap mengalami kelebihan stok.

"Masalah kita di NTB itu menjual secara langsung bahan baku. Sementara kalau kita mengolah sendiri melalui UMKM, tentu bahan baku memiliki nilai jual yang lebih ekonomis, apabila dijadikan dan dijual setelah menjadi bahan olahan. Selain itu kelemahan kita terletak dipemasaranya," sambungnya.

Menurut, UKM merupakan fondasi dasar perekonomian dan setiap produk yang dihasilkan dinilai paling siap dipasaran. produk UKM terjamin baik dari sisi kualitas serta rasa maupun kemasan.

"Yang perlu diperhatikan yakni di kemasan produk. Ini yang sering tidak diperhatikan. Kami dari PMKM akan membantu agar mempunyai nilai yang lebih tinggi," imbuhnya.

Terlebih Menteri Koperasi dan UMKM telah menetapkan 40 persen dari anggaran daerah dimanfaatkan untuk membeli produk lokal. Karenanya dia mengajak seluruh umat Hindu untuk memanfaatkan peluang bantuan pemerintah.

"Dalam waktu dekat kami akan membangun koperasi produsen yang merupakan cabang dari koperasi nasional dan akan buka koperasi ini sampai ke tingkat kabupaten kota serta kecamatan," tutupnya.(RIN)