PHDI NTB: PMKM Prima Ibu Angkat UMKM

 Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB, Ida Made Santhi Adnya, SH, MH.

Mataram (postkotantb.com)- Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB, Ida Made Santhi Adnya, SH, MH., mengatakan, pihaknya memiliki dasar dalam memilih PMKM Prima Indonesia sebagai mitra kerja.

Menurutnya lembaga tersebut memiliki akses  terhadap pemerintah serta program kinerja yang jelas terperinci, dalam memperjuangkan eksistensi produk lokal. Karena selama ini, pelaku UKM kebingungan mencari peluang pemasaran produk.

Dia menyebut, Ada sejumlah potensi yang dapat dikembangkan. Diantaranya, potensi perkebunan, perikanan dan kerajinan. Target para wirausaha terkendala dengan peluang pemasarannya.

"PMKM Prima ini semacam ibu angkat bagi UMKM. Karena lembaga ini yang akan menghubungkan wirausaha dengan pemerintah dan menfasilitasi pemasaran produk lokal ke tingkat nasional. Ini akan membangkitkan ekonomi lokal kita," tuturnya usai acara Simakrama di sekretariat PHDI NTB, Minggu (17/1).

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi sekaligus mendampingi sejumlah organisasi masyarakat Hindu di bawah naungan PHDI NTB. Sehingga dapat bersinergi dalam merumuskan inkubator desaign dalam membangun perekonomian umat Hindu.

Sementara itu, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) NTB, Dewi Damayanti berpendapat, selama pandemi Covid 19, produk-produk yang diproduksi Home Industri, mulai bermunculan melalui media online.

"Kami berharap dengan keberadaan PMKM Prima Indonesia, membuka peluang yang seluas-luasnya bagi produk ibu-ibu rumah tangga, seperti cemilan dapat dipasarkan secara nasional," imbuhnya.

Melalui acara Simakrama Membangun Ekonomi Keumatan Hindu ini, Dia berharap, perwakilan WHDI tingkat kabupaten-kecamatan yang hadir dalam acara tersebut, mensosialisasikan keberadaan PMKM Prima kepada para pelaku home industri.

Pihaknya berencana menggelar pelatihan terhadap pelaku home industri agar lebih lihai dalam mengemas produk yang akan dipasarkan.

"Kami akan melatih ibu-ibu rumah tangga bagaimana cara mengemas yang baik agar bisa dipasarkan secara nasional,"tutupnya.(RIN)