Reses Perdana, Wiraksa Minta Pemda Benahi Cagar Budaya

Anggota DPRD Lombok Tengah Haji Lalu Wiraksa memfokuskan pembenahan lokasi cagar budaya dalam

RESES PERDANA:  H. Lalu Wiraksa menggelar reses di aula Kantor Desa Rembitan Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Kamis (28/1).
RESES PERDANA:  H. Lalu Wiraksa menggelar reses di aula Kantor Desa Rembitan Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Kamis (28/1).

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Anggota DPRD Lombok Tengah Haji Lalu Wiraksa memfokuskan pembenahan lokasi cagar budaya dalam proses reses awal tahun ini. Bagi anggota dewan dari Partai Nasional Demokrat ini, kegiatan itu adalah reses perdana setelah terpilih sebagai wakil rakyat. Komplek makam wali Nyatok di Desa Rembitan Kecamatan Pujut jadi sasaran pertama. Kata dia, lokasi makam tersebut saat ini dalam kondisi kurang terawat meski pengunjungnya kian meningkat.

"Saya akan berupaya melakukan pembenahan di sekitar makam, mengingat makam ini adalah pusat peradaban Islam pertama masuk ke Lombok, dan pengunjungnya juga semakin meningkat," ungkapnya.

Saking padatnya kunjungan, terutama pada hari Rabu, jalan menuju makan sering padat, bahkan ada yang harus berjalan kaki sampai satu kilometer baru bisa nyampai ke makam.

"Yang bikin hati saya terenyuh saat pulang ziarah ke makam, saya berpapasan dengan rombongan dari luar provinsi, ternyata mereka jalan cukup jauh, disebabkan macet," ujarnya.

Oleh karena itu, ruas jalan mulai dari pertigaan di Dusun Gerepek menuju makam, yang panjangnya kurang lebih dua kilometer, harus dilebarkan dan diperbaiki. Mengingat jalan masuk ke makam ini, tidak terlalu besar dan kondisinya sudah mulai rusak sehingga ke depan harus segera ditangani.

"Jalan menuju makam ini memang tidak terlalu besar dan sekarang sudah mulai rusak. Dan ini harus kita perhatikan," sebutnya.

Jalan tersebut, lanjut dia, adalah jalan pertama akses masuk ke makam, mulai dari makam nyatok menuju Dusun Lentek yang panjangnya kurang lebih 1,5 kilometer tembus ke di belakang kantor Desa Rembitan.

"Jalan baru yang dimaksud itu khusus jalan pulang dan itu jalan pertama menuju makam," terangnya.

Selain peningkatan sarana dan prasarana serta penertiban pedagang di sekitar makam juga harus diperhatikan. Banyak masyarakat yang memanfaatkan hari kunjungan.

"Kita juga akan usulkan agar pedagang di sekitar makam harus dibuatkan lapak, biar lebih tertib dan tempat mereka berjualan juga nyaman," paparnya.

Diakuinya, Bupati Loteng HM. Suhaili sempat juga terperangkap kemacatan saat datang berziarah dan saat itu, beliau berjanji melakukan pelebaran ke lokasi makam. Namun sampai saat ini masih belum dilakukan.

"Semasih saya jadi camat, kita juga sudah dijanjikan sama bapak bupati, tapi sayang belum juga dilakukan. Dan sekarang, sebagai anggota dewan menjaga kelestarian makam adalah prioritas utama dan akses masuk dan pemunuhan sarana dan prasarana ke makam harus saya lakukan," janjinya. (AP)