Sempat Melawan, Pengedar Sabu Diringkus Polisi

PENGEDAR: Terduga elaku inisial BR alias tato Sempat berteriak maling dan berusaha melawan petugas polisi

Mataram (postkotantb.com)- Satresnarkoba Polresta Mataram meringkus pria inisial BR alias Toto (34) yang diduga pengedar sabu, Penangkapan Toto cukup merepotkan, karena pelaku sempat berteriak maling dan berusaha melawan polisi.

‘’Pelaku memang sempat berteriak maling kepada petugas,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Jumat (22/1).

Penangkapan Minggu pekan kemarin, berdasarkan informasi bahwa rumah bersangkutan yang berada di Gang Al Mustofa Jalan Sultan Kaharudin Lingkungan Pande Besi, Kelurahan Karang Pule, Sekarbela, Kota Mataram kerap dijadikan tempat bertransaksi narkoba.

Berbekal informasi itu, petugas langsung bertindak. Setibanya petugas, pelaku  meneriaki petugas dan berupaya melawan. Tindakan ini terekam kamera CCTV.

Kejadian tersebut memancing berkumpulnya warga. "Warga mundur, setelah mengetahui petugas sedang berupaya menangkap pelaku. Aksi Penangkapan jadi tontonan warga," paparnya.

Sesaat kemudian, petugas mengundang kepala lingkungan untuk menyaksikan penggeledahan badan terhadap pelaku. Tapi tidak didapatkan barang bukti. Petugas kemudian menggeledah motor pelaku.

Hasilnya, petugas menemukan satu bungkus rokok yang didalamnya, terdapat klip plastik berisikan kristal bening yang diduga sabu dengan berat 4,74 gram. ‘’Kita dapatkan barang bukti sabu di jok motor,’’ jelasnya.

Penggeledahan dilanjutkan di rumah kos pelaku dan mendapati ratusan klip plastik beserta timbangan. Pelaku lagi-lagi mengelak dan bersumpah barang tersebut bukan miliknya. Namun setelah polisi menunjukkan bukti berupa chatingan di telp genggam, pelaku akhirnya mengaku, barang tersebut dibeli di Karang Bagu.

"Dia sampai bersumpah barang bukti bukan miliknya. Tapi kan bukti lainnya menguatkan itu punya dia,’’ imbuhnya.

Pelaku mengatakan tidak mengetahui identitas penjual, Tapi dia mengakui masih mengkonsumsi sabu. ‘’Saya ketemu orangnya di jalan,’’ ungkapnya.

Pelaku dijerat pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman lima tahun penjara.(SFM)