Spesialis Curas Dihadiahi Timah Panas Polisi

Ilustrasi pencurian dengan kekerasan (curas)

 Lombok Barat (postkotantb.com)-Seorang spesialis pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) inisial SR asal Desa Bungkate Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), Senin (11/1) berhasil dilumpuhkan tim Puma Polres Lombok Barat (Lobar).

“Pelaku dilumpuhkan karena berusaha kabur," ungkap Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq, S.H.,S.I.K.

Kata dia, aksi SR telah memakan banyak korban. Salah satunya dokter Perempuan asal Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Loteng. Tas yang dibawa korban berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

Dijelaskan Shiddiq, 10 Oktober tahun lalu, saat pulang kerja, korban melintas di Jalan Raya Nyiur Gading, mengendarai sepeda motor dengan posisi tas diletakkan di depan bagian bawah kaki.Ketika sampai di sebelah barat SPBU Nyiur Gading, tas milik pelapor dirampas oleh dua orang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.

"Pelaku yang dibonceng, langsung mengambil tas milik korban kemudian pelaku kabur kearah timur,” jelasnya.

Lanjut dia, Pelaku berhasil mengambil barang – barang milik pelapor. Antara lain satu buah tas selempang, satu unit HP merek Xiaomi Redmi Note 8 , SIM C, STNK sepeda motor milik korban, KTP, satu buah ATM BRI, satu buah ATM BNI dan uang tunai senilai Rp 1 juta.

Kemudian satu buah stetoscope, dan satu buah cincin emas seberat 4 gram. Akibatnya, korban diperkirakam mengalami kerugian sekitar Rp 7,9 juta.

Atas peristiwa tersebut, Tim Puma Sat Reskrim Polres Lobar melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku curas ini.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Team Puma mendapatkan informasi bahwa target SR sedang berada di BTN Rean Gerung di salah satu rumah warga di BTN Rean, Kecamatan Gerung, Lobar.

“Atas informasi itu, tim puma langsung bergerak menuju rumah yang di maksud, namun saat penangkapan, team melihat Target pelaku melarikan diri dari atas balkon rumah,” imbuhnya.

Pelaku dan barang bukti telah diamankan ke Polres Lobar untuk diproses lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.(ali)