1.642 Unit Mesin Diserahkan ke Dinas

STIPark bersama SKPD terkait dalam memproduksi menggunakan sistem

 Mataram (postkotantb.com) - Sebanyak 1.642 Unit mesin olahan dan non olahan sukses diproduksi Science, Tehnology and Industri Park (STIPark) NTB tahun 2020, telah diserahkan ke masing-masing dinas untuk dibagikan kepada masyarakat binaan.

Antara lain Dinas Perdagangan NTB berupa gerobak dagang, lapak portabel dan mesin lainnya, Dinas Perindustrian NTB berupa mesin olahan kelapa, mesin Olahan Minyak Atsiri serta mesin lainnya.

Kemudian Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (DPMPD) NTB berupa mesin olahan sampah (program zero waste dikelola Bumdes,red), terakhir Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB berupa cool storage, Mesin Olahan ikan dan mesin lainnya. Berkaitan dengan Azas manfaat mesin olahan yang diproduksi, menjadi tugas dari dinas masing masing.

Kepala STIPark NTB, Muhammad Khairul Ihwan
Kepala STIPark NTB, Muhammad Khairul Ihwan

"Mesin olahan yang kami produksi sebagai bagian dari program stimulus ekonomi untuk menggerakan UMKM, sudah habis kami serahkan ke masing-masing SKPD. Penyerahannya Bulan Agustus dan September 2020," ungkap Kepala UPTD STIPark NTB, Muhammad Khairul Ihwan, dikonfirmasi, Minggu (14/2).

Dijelaskan, STIPark bersama SKPD terkait dalam memproduksi menggunakan sistem kemitraan. Hal tersebut, sebagai upaya untuk menekan harga mesin yang diproduksi lokal. Menurut dia, harga jual mesin lokal melebihi mesin yang didatangkan dari luar NTB.

Hal tersebut disebabkan kurangnya jumlah IKM permesinan di NTB. Selain itu, tingkat kepercayaan dinas terhadap kualitas produk lokal terbilang masih kurang.

"Jadi, Kami menjalin kerja sama kemitraan dengan sejumlah IKM, melaksanakan program bimbingan sistem produksi bagi IKM pemula dan senantiasa mengkoordinasikan potensi IKM lokal dengan dinas, sebagai bentuk stimulasi industri di NTB," jelasnya.

"Tupoksi kami bukan untuk membagi atau menjual mesin-mesin yang sudah diproduksi IKM. Kemarin, kami telah memitrakan IKM dan membantu Teknologi sistem pabrikasi IKM. Itulah fungsi STIPark NTB," sambungya.

Tahun ini, lanjut Khairul, STIPark menetapkan capaian target di Divisi Inkubasi Bisnis, bidang sekolah wirausaha, capaian target unit ini sebanyak 50 peserta pra inkubasi serta 20 tenant bidang permesinan, olahan, IT dan Industri kreatif dengan biaya Rp. 1. 039. 000. 000, atau sekitar 15 persen.

Divisi Inovasi Teknologi, sebanyak 10 bidang prototype produk permesinan (CNC), olahan, IT dan Industri Kreatif dengan biaya Rp. 1. 898. 444. 000 atau sekitar 28 persen. Kemudian Divisi Kerja Sama dan Bisnis Proses dengan target 100 kemitraan antar IKM, SMK, BLK, PT, Investor serta 5 bisnis model di STIPark NTB dengan biaya sebesar Rp. 351. 927. 000, atau 5 persen.

Sedangkan Divisi Eduwisata dan teknologi, STIPark menargetkan 1000 kunjungan wisata keilmuan dan teknologi dengan biaya sebesar Rp. 864. 472. 000, atau sekitar 13 persen. Terakhir, TU, gaji kontrak dan operasional sebesar Rp. 2. 675. 907. 000, atau 39 persen. "Total keseluruhannya sebesar Rp. 6. 830. 739. 000," tutupnya.(RIN)