FWLT Gagas Gerakan Lombok Green

penghijauan memiliki manfaat besar jangka panjang, makanya kita mendorong agar program penghijauan jadi

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi hutan saat ini, Sabtu kemarin, Keluarga besar Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT) menggelar kegiatan penghijauan di kawasan wisata Gunung Janggot, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

Kegiatan tersebut dikemas dalam program Lombok Green. Hadir dalam penanaman pohon tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi NTB, Direktur Bank NTB Syariah Cabang Praya,  Direktur Angkasa Pura (AP), Pemerintah Desa Aiq Berik dan para pejabat terkait lainnya. Puluhan  personel TNI dan kepolisian juga ikut berpartisipasi.

Ketua FWLT, Agus Wahaji, mengatakan, program penghijauan dipilih karena kondisi hutan saat ini semakin memprihatinkan.

Dinas LH NTB, mewakili Gubernur saat penanaman pohon di wisata Janggot Batukliang Utara kemarin
Dinas LH NTB, mewakili Gubernur saat penanaman pohon di wisata Janggot Batukliang Utara kemarin

"Melakukan penghijauan, adalah salah satu langkah tepat menyelamatkan kondisi hutan kita," katanya.

Kondisi hutan sudah gundul, kata Agus, akan berimbas terhadap debit air tanah.

"Yang jelas, penghijauan memiliki manfaat besar jangka panjang, makanya kita mendorong agar program penghijauan jadi program kita tahun ini," terangnya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah pada khususnya untuk memperbanyak program penghijauan yang akan memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Semoga apa yang kita lakukan ini bisa menjadi percontohan agar hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah ataupun lembaga lainnya. Sebab manfaat dari penghijauan 10 tahun ke depan memiliki manfaat besar untuk Kemaslahatan orang banyak," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas LH Provinsi NTB Madani Mukaram mengaku bangga dan berterima kasih atas kepedulian teman teman media terhadap kondisi hutan kita.

"Saya sangat bersyukur di tengah kesibukannya, teman teman media masih berpikir keselamatan lingkungan dan hutan kita," katanya.

Dikatakan kondisi lingkungan khususnya di NTB  cukup memprihatinkan. Dampak kerusakan  akibat illegal loging dan penambangan liar masih  dirasakan masyarakat sampai saat ini.

Berbagai upaya telah dilakukan guna meminimalisasi dampak kerusakan. Mulai dari penyuluhan maupun penghijauan rutin dilakukan.  Hasilnya, beberapa kawasan  yang sebelumnya rusak mulai membaik.

" Banyak yang bisa kita kerjakan  bersama, termasuk beberapa  program pemberdayaan masyarakat , juga ada di Dinas LH. Jadi kami akan selalu siap mendukung," janjinya.    

Sementara itu, Kades Aik Berik Muslehuddin mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan media, yang telah terketuk hatinya ingin menyelamatkan kondisi hutan lindung, khususnya di wisata Aik Janggot Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara.

"Menanam pohon, ini adalah langkah tepat untuk menyelamatkan hutan kita, khususnya di wisata Janggot," sebutnya. (AP)