Berlakukan Satu Arah, Polisi Jaga Ketat Dua Lokasi Longsor di Senggigi

Jangankan mendekati lokasi, untuk kendaraan yang melintas saja dibatasi, dengan memberlakukan jalur satu arah untuk mengurangi

 Lombok Barat (postkotantb.com) - Personel Unit Lantas Polsek Senggigi, berkolaborasi dengan PJR Dit Lantas Polda NTB, serta Satuan lalulintas Polres Lombok Barat,  melakukan pengamanan jalur pada dua lokasi tanah tebing longsor di Senggigi.

Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko, SE.S.I.K., mengatakan, dalam kegiatan pengamanan ini juga diperkuat dengan melakukan kegiatan patroli.

“Untuk memantau dua titik longsor tanjakan Alberto dan tanjakan di atas Hotel Sheraton, serta memantau dalam penerapan prokes untuk pengguna jalan,” ungkapnya, Senin (15/2).

Kegiatan pengamanan ini diintensifkan pada jam-jam sibuk dan bila cuaca sedang tidak bersahabat.

Polisi Jaga Ketat Dua Lokasi Longsor di Senggigi
Polisi Jaga Ketat Dua Lokasi Longsor di Senggigi

“Terutama pada hari libur, dan bila perlu dilakukan pembatasan di lokasi ini, terkait protokol kesehatan juga,” ucapnya.

Pemantauan dengan memberikan imbauan dan teguran kepada masyarakat untuk tetap selalu mentaati dan menjalankan prokes covid 19 (5M).

“Terutama saat beraktifitas di luar rumah, untuk saling menjaga, baik untuk diri sendiri, keluarga, serta orang lain,” tandasnya.

Kerumunan di lokasi longsor ini juga menjadi perhatian jajaran Polsek Senggigi, sehingga langsung dilakukan peneguran dan imbauan.

“Tidak hanya membahayakan keselamatan, namun ini sudah melanggar protokol kesehatan dalam hal berkerumun,” katanya.

Menurutnya kondisi tanah di sekitar lokasi longsor ini tidak bisa diprediksi, sehingga untuk keselamatan diimbau untuk tidak mendekati lokasi ini.

“Jangankan mendekati lokasi, untuk kendaraan yang melintas saja dibatasi, dengan memberlakukan jalur satu arah untuk mengurangi beban di lokasi ini,” ucapnya.

Dalam pengaturan arus lalu lintas dilaksankan dengan sistim buka tutup, membuka jalur pada badan bagian jalan samping tebing bukit (menutup badan jalan jalur yang terdampak longsor).

“Tujuannya memecah kendaraan barang, untuk tidak melintas secara bersamaan pada titik lokasi jalan yang terdampak longsor,” tandasnya. (SFM)