Warga Penujak Keluhkan Limbah PDAM

Bekas limbah PDAM ini masalah lama yang selalu dikhawatirkan masyarakat Penujak, terutama saat

 Lombok Tengah (postkotantb.com) - Limbah bekas pengelolaan air bersih milik PDAM di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah dikeluhkan warga setempat. Persoalan ini telah terjadi bertahun tahun namun tidak ada penyelesaian.

Anggota DPRD Loteng dari Fraksi Golkar Lalu Ahyar membenarkan kalau limbah bekas pengelolaan air bersih milik PDAM yang ada di desanya itu selalu membuat warga mengeluh.

Politisi Golkar Lalu Ahyar

"Bekas limbah PDAM ini masalah lama yang selalu dikhawatirkan masyarakat Penujak, terutama saat musim kemarau," kata Lalu Ahyar.

Bekas limbah tersebut lanjut anggota dewan dapil Praya Barat Praya Barat Daya dibuang ke sungai sehingga mengakibatkan pencemaran air yang masuk ke sawah.

"Di sungai itu banyak anak anak yang mandi, belum lagi mencuci, saya jadi khawatir jika pihak PDAM, terus menerus membuang limbah ke sungai," ujarnya.

Pihaknya akan menawarkan ke pihak PDAM, agar limbah tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Artinya limbah tersebut dibuatkan tampungan dan nanti akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat batu bata

"Limbah itu sebenarnya bisa dipakai untuk membuat batu bata, dan masyarakat juga sangat ingin, lebihnya lagi saat musim kering, masyarakat penggiat batu bata sangat membutuhkan air," tutupnya

Terpisah Direktur PDAM Loteng HL. Kitab mengaku, pihaknya siap mengumpulkan semua masyarakat yang dekat dengan pembuangan limbah air bersih. Sebab sampai saat ini, belum ada masyarakat yang mengeluh soal limbah tersebut, malah mereka bersyukur sebab limbah tersebut telah membuat tanaman mereka lebih subur.

"Saya siap kumpulkan masyarakat jika ada yang komplain sebab sampai saat ini masyarakat malah bersyukur," sebutnya.

Selain itu, lumpur tersebut sudah bercampur dengan kaporit dan bersih dan tidak mengandung bakteri. Selanjutnya, masalah lumpur yang mau dijadikan batu bata pihaknya sampai saat ini masih mengupayakan alat pengolahan berskala besar akan dibangun.

"Anggaran alat pengolah sudah kita usulkan akan tetapi karena musibah covid-19, akhirnya terkendala jika anggarannya sudah keluar, kita akan dibangunkan tempat pengolahan beserta alatnya, sehingga masyarakat bisa menjadikan lumpur tersebut jadi batu bata," tutupnya. (AP)