Meski Cuaca Tidak Mendukung, Produksi Padi Di Loteng Tetap Meningkat

Bupati Loteng Saat Meninjau Hasil Padi Petani


Lombok Tengah (Poskotantb.com) - Krisis pupuk bersubsidi diawal musim tanam sempat terjadi. Namun hal itu tidak mempengaruhi peningkatan produksi padi di Lombok Tengah (Loteng), meningkat drastis.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Loteng Lalu Iskandar merilis, produksi padi periode tanam bulan Oktober 2020 sampai dengan Maret 2021 tahun ini sebanyak 290.305 ton Gabah Kering Giling atau setara beras sebanyak 182.892 ton. Ini artinya peningkatan produksi padi tahun ini sebanyak 9.953 ton bila dibandingkan dengan periode tanam yang sama pada tahun 2020 atau terjadi peningkatan 3,55 persen.

“Peningkatan produksi padi pada tahun ini terjadi karena beberapa faktor diantaranya kondisi cuaca dan iklim yang cukup mendukung ketersediaan air, aplikasi pemupukan berimbang, pergiliran varietas padi, pendampingan dan pengawalan teknis oleh petugas melalui pendekatan penyuluhan tentang budidaya tanaman sehat, pengendalian hama secara terpadu dan kerjasama harmonis antara petugas penyuluh pertanian lapangan dengan kelompok tani dalam merencanakan varietas padi yang sesuai dengan spesifik lokasi untuk menghindari kegagalan panen,” paparnya panjang kemarin.

Ironisnya kata Iskandar, di saat puncak panen raya padi sekarang ini, harga gabah kering panen di bawah harga pembelian pemerintah yakni sekitar Rp. 3.950,- sampai Rp. 4.100,-. Persoalan ini selalu terjadi setiap tahun dan serapan gabah oleh Bulog sangat rendah. 

Untuk mensiasati hal itu, pihaknya berharap kepada para petani, untuk tidak melakukan penjualan, saat ini, mengingat harga gabah sangat rendah.

“Strategi yang diharapkan oleh Dinas Pertanian dalam mengatasi persoalan jatuhnya harga padi adalah dengan menunda penjualan untuk beberapa bulan ke depan sambil menunggu harga padi naik yang akan dapat memberi keuntungan layak bagi petani,” tutupnya (AP)