Polres Lobar Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Pelaku Wisata

Kapolres berharap target vaksinasi pelaku wisata sesuai target
Lombok Barat (postkotantb.com)- Demi mendukung Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dalam upaya mengembalikan gairah kepariwisataan, Polres Lobar melaksanakan pemantauan dan pendampingan terhadap kegiatan vaksinasi para  pelaku wisata di kawasan wisata Senggigi.

Kapolres Lombok Barat Polda NTB, AKBP Bagus S. Wibowo, SIK mengatakan,  kepolisian sebelumnya telah memberikan dukungan melalui kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berskala mikro yang dikemas, melalui Lomba Kampung Sehat jilid II. Kegiatan itu tengah berjalan dengan baik.

"Salah satunya vaksinasi dan melakukan pemantauan serta pendampingan dalam kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok wisata yang ada di Senggigi," ungkapnya, Sabtu (20/3).

Diakui dia, Hasil koordinasi bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan Lobar. Target vaksinasi untuk pekan ini sebanyak 2000 pelaku wisata. "Kegiatan vaksinasi dari tahapan dosis pertama, hingga saat ini yang telah memasuki dosis kedua berjalan dengan lancar, sesuai dengan rencana,” imbuhnya.

Dia berharap, jumlah yang ditargetkan segera tercapai, sebagai bukti, bahwa Kabupaten tersebut siap menyambut kegiatan wisata di masa pandemi. Selain itu, Kapolres menekankan Jajarannya agar secara konsisten, melakukan pemantauan  terhadap semua kegiatan masyarakat.

“Sesuai dengan program pemerintah, melakukan pembatasan masyarakat di wilayah tertentu yang ada di Lombok Barat, terutama di wilayah yang dinilai yang masih banyak terpapar covid-19. Sehingga untuk meminimalisir terhadap masyarakat yang terpapar ini adalah memberikan perhatian khusus dalam upaya penyembuhan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Saepul Ahkam mengatakan, target vaksinasi terhadap 1000 pelaku wisata akan dikebut. Menurutnya langkah ini diambil karena Lombok Barat merupakan salah satu penunjang pariwisata di NTB untuk memberikan nilai tambah Nasional.

“Saat ini dikonsentrasikan dulu kepada pelaku wisata yang paling berisko bersentuhan dan terpapar covid-19, di antaranya hotel, restoran dan tranportasi. Informasinya Bali akan dibuka kembali. Jadi kesiapan Lobar juga perlu diperhatikan. Bukan hanya terkait protokol kesehatan, namun vaksinasi ini menujukkan kepada masyarakat tentang kesiapan kita,” tandasnya.(SFM)